Minggu, 29 April 2012

Cara Melindungi Anak dari Pengaruh Negatif Menonton Televisi

Anak-anak jaman sekarang bisa menghabiskan berjam-jam waktunya untuk duduk di depan TV menonton segala acara sesuka hatinya. Aktivitas pasif ini seolah sudah menjadi makanan harian yang wajib bagi anak-anak kita.

Sebenarnya, ketika anak mulai mengenal dunia melalui televisi, seyogyanya orangtua selalu mendampinginya. Orangtua dapat mengawasi apa saja yang ditonton buah hatinya, mendiskusikan nilai-nilai yang ditayangakan, meminta pendapatnya tentang itu, lalu merumuskan kesimpulan apakah satu acara layak ditonton anak-anak seusianya atau tidak. Apabila orangtua cukup sibuk sehingga tidak bisa menemani anaknya menonton televisi, maka ada baiknya mereka menyuruh anggota keluarga lain untuk sekedar mengawasi tayangan yang ditonton si kecil. Mengapa?

Sudah bukan hal aneh lagi jika dikatakan televisi kita kini didominasi acara-acara yang mengekspos seksualitas dan sensualitas, pergunjingan-pergosipan, tayangan kekerasan dan kriminalitas, baik fisik maupun verbal, irrasionalitas acara-acara ‘mistis’ yang dibuat-buat, reality show- reality show murahan, dan sederet sinetron remaja dan dewasa yang sarat pendangkalan. Semua itu jika sudah dikonsumsi secara persisten oleh anak Anda, dampaknya tidak baik bagi perkembangan mental dan intelektualitasnya di masa depan. Sebab selain mentalnya didangkalkan melalui tayangan-tayangan dangkal, otaknyapun ditumpulkan melalui tayangan-tayangan bodoh.

Cara lain adalah kenalkan anak dengan kegiatan aktif lain yang lebih bermanfaat dan menantang, misalnya bersepeda ria di hari minggu atau membaca buku. Luangkanlah waktu untuk itu. Ajak si kecil keluar, jalan-jalan, dan biarkan ia bertanya tentang segala hal lalu mulailah diskusi yang akrab dengannya. Hal itu jauh lebih baik ketimbang Anda membiarkan ‘orang lain’ yang mengajari anak Anda tentang segala sesuatu melalui televisi yang tak jelas juntrungannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar