Minggu, 22 April 2012

Ceritaku di Pulau Kemaro - Palembang

Jembatan Ampera Kota Palembang

Bismillahirahmanirrahim, Assalamualaikum wr.wb. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit tentang cerita saya waktu jalan - jalan ke pulau kemaro palembang. Mungkin buat warga palembang sudah tidak asing lagi mendengar nama pulau kamaro tersebut. Pulau yang terletak di daerah Sumatera Selatan, tepatnya di tengah sungai Musi yang membelah kota Palembang. Berhubung yang utama akan saya bahas adalah cerita saya jalan - jalan di pulau kamaro jadi anda simak dulu saja cerita saya berikut ini.

Tepatnya waktu lebaran haji tahun lalu, Saya dan keluarga (berempat) mendadak pergi ke pulau kemaro, kebetulan letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya di PUSRI. Berawal dari tidak ada kerjaan waktu itu dan kebetulan hari libur dan hari lebaran, keluarga saya sebagian berkumpul di rumah. Rencananya pagi hari sekitar jam 9 mau berangkat ke pulau kemaro nya, berhubung kakak saya masih banyak kerjaan akhirnya diputuskan perginya sore sekitar jam 3an. Waktu terus berjalan dan tepatlah pada jam yang telah ditentukan, saya dan keluarga siap-siap berangkat mengendarai mobil kakak saya.

Berhubung tempat nya tidak jauh dari rumah saya, sekitar 15 menit sampailah kami ke tempat tujuan, yaitu pulau kemaro palembang. Kami menyebrang menggunakan perahu mesin (ketek bahasa palembangnya), biayanya Rp. 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah). Sekitar 30 menit menyebrang sampailah kami ketempat yang dituju, disana terlihat sangat ramai pengunjung, karena pulau kemaro merupakan salah satu objek wisata yang ada dikota palembang.

Setelah sampai disana yang kami cari pertama kali yaitu makanan, karena waktu mau berangkat tidak sempat makan, jadinya pada lapar, ahahhaha. Setelah selesai makan - makan dan pada kenyang, barulah kami berfoto - foto ria disana, mengabadikan gambar - gambar dan pemandangan indah di pulau kemaro.

Yang bikin apes, tidak lama disana turunlah hujan, padahal kami lagi asik - asik nya menikmati pemandangan di pulau kemaro tersebut, akhirnya kami berteduh, dan menunggu hujan reda, sekitar 1 jam menunggu akhirnya hujan sedikit reda tapi masih gerimis, berhubung hari sudah hampir malam kakak saya memutuskan untuk pulang. Dan kamipun segera bergegas pulang takutnya hujan akan semakin deras.
keluarga kakak saya waktu perjalanan pulang


Setelah sampai dirumah sekitar jam 7 malam saya pun berbegas memindahkan semua foto hasil jalan - jalan di pulau kemaro yang disave di ponsel saya ke komputer dirumah, betapa kagetnya saya ketika memasukkan memory card ponsel saya ke komputer tiba - tiba MMC nya rusak dan tidak mau kedetect di komputer tersebut. Rasa kecewa sudah terbersit di fikiran saya, dan saya coba utak atik MMC nya mungkin ada yang error, tapi hasilnya nihil dan semua foto saya di pulau kemaro hilang tanpa bekas.

Sangat sedih rasanya, tapi mau bagaimana lagi, nasib berkata lain, tapi untungnya setelah saya lihat ponsel kakak saya ada beberapa foto saya yang masih tersisa tapi tidak semuanya. Alhamdulillah sebagian foto itu bisa mengobati rasa kecewa saya, walaupun tidak semua foto saya di pulau kemaro kembali.

Dan ini ada beberapa foto saya dan keluarga waktu jalan - jalan di pulau kemaro - palembang. (jangan ketawa ya, fotonya jelek - jelek).
Foto Saya di Pulau Kemaro Palembang





Foto Keluarga Kakak Saya




Foto diatas saya ambil menggunakan kamera ponsel Nokia C3 dan BlackBerry Javline punya kakak saya, dan sudah diresize jadi terlihat agak buram. Nah setelah membaca cerita saya diatas mungkin anda bertanya - tanya, kenapa sih nama tempatnya Pulau Kemaro.? dan mungkin anda tertarik untuk jalan - jalan kesana,? baiklah sedikit saya ceritakan tentang pulau kemaro ini dan asal usulnya, yang saya kutip dari berbagai sumber di internet dan saya simpulkan menjadi sesingkat mungkin. Berikut ceritanya:

Sejarah Pulau Kemaro Palembang


Pulau Kemaro terletak di daerah Sumatera Selatan, tepatnya di tengah sungai Musi yang membelah kota Palembang. Kemaro sendiri merupakan bahasa Palembang, yang berarti kemarau. Menurut masyarakat Palembang, dinamakan pulau Kemaro karena pulau ini tidak pernah digenangi air. Walaupun volume air di sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tetap saja kering. Karena keunikan inilah, masyarakat sekitarnya menjulukinya sebagai Pulau Kemaro. Di dalam pulau ini terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makan dari Putri Sriwijaya Siti Fatimah yang menceburkan diri ke Sungai Musi.

Menurut cerita, pada zaman dahulu seorang putri dari raja Sriwijaya bernama Siti Fatimah dilamar oleh putra raja dari negeri Tiongkok bernama Tan Bun Ann. Raja Sriwijaya ini mengajukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Tan Bun Ann. Persyaratannya adalah Tan Bun Ann harus menyediakan 9 guci berisi emas. Keluarga Tan Bun Ann pun menerima syarat yang diajukan itu. Untuk menghindari bajak laut, emas yang berada di dalam guci-guci itu dilapisi sayur-mayur oleh keluarga tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.

Pada suatu hari rombongan Tan Bun Ann tiba dari Tiongkok dengan 9 guci emas yang telah dijanjikan. Namun, setelah diminta menunjukkan isi gucinya oleh raja Sriwijaya, Tan Bun Ann terkejut karena melihat sayur mayur di dalam 9 guci yang dibawanya. Karena kaget dan marah, tanpa memeriksa terlebih dahulu, Tan Bun Ann langsung melemparkan guci-guci tersebut ke dalam Sungai Musi. Tetapi pada guci yang terakhir, terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan, sehingga terlihatlah kepingan emas yang berada di dalamnya.

Rasa penyesalan yang membuat Tan Bun Ann mengambil keputusan tak terduga, ia menceburkan diri ke dalam Sungai Musi. Melihat kejadian tersebut, Siti Fatimah ikut menceburkan diri ke sungai, sambil berkata, “Bila suatu saat ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini, maka di situlah kuburan saya.” Dan ternyata benar, tiba-tiba dari bawah sungai timbul gundukan tanah yang akhirnya sekarang menjadi pulau Kemaro ini.

Apabila kita berkunjung ke pulau Kemaro, akan didapati tiga buah gundukan tanah yang menyerupai batu karang, dimana setiap gundukan diberi semacam atap dari kayu dan diberi batu nisan dengan tulisan Tiongkok yang didominasi warna merah. Menurut cerita, gundukan tanah yang di tengah adalah makam sang putri. Sedangkan dua gundukan tanah yang ada di sebelanya merupakan makam ajudan dari pangeran Tiongkok dan dayang kepercayaan sang putri.

Hingga kini makam-makam tersebut masih terawat baik sebagai legenda pulau Kemaro. dan di sana ada sebuah pohon langka yang di sebut pohon cinta, apabila pasangan muda-mudi yg berpacaran mengukir nama mereka konon cinta mereka akan berlanjut ke pelaminan.

Pohon Cinta Pulau Kemaro - Palembang

Nah setelah anda membaca sejarah pulau kemaro diatas mungkin anda tertarik untuk jalan - jalan dan berwisata kesana bersama keluarga.? kalau ke pulau kemaro jangan lupa mampir ketempat saya ya, rumah saya tidak jauh dari sana, hehehhe. Mungkin itu saya cerita saya waktu jalan - jalan ke pulau kemaro - palembang, semoga bermanfaat.

Kompetisi Blog Pesona Sumatera Selatan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar