Minggu, 29 April 2012

Tito Vilanova, Penerima Tongkat Estafet Pep Guardiola

Bukan Marcelo Bielsa, bukan Andre Villas-Boas, bukan Joachim Löw, bukan pula Luis Enrique. Barcelona memutuskan menyerahkan kendali tim ke tangan Francesc “Tito” Vilanova i Bayo saat Pep Guardiola angkat kaki musim panas ini.

Tak begitu populer, nama Vilanova mungkin lebih banyak diingat publik sebagai korban aksi colok mata bos Real Madrid, Jose Mourinho, di akhir laga el clasico pada leg II Supercopa de Espana awal musim ini, dan sah-sah saja untuk berasumsi bahwa keputusan Barca menggantungkan harapan di pundak pria 42 tahun itu berbau perjudian.

Tetapi, dengan latar belakangnya sebagai jebolan La Masia dan menjadi tangan kanan Guardiola dalam lima tahun terakhir (setahun di Barca B dan empat tahun di tim senior), jatuhnya pilihan manajemen The Catalans kepada Tito, yang sempat rehat sejenak menyusul operasi tumor pada kelenjar parotisnya November tahun lalu, jelas tak diambil sembarangan.
FC Barcelona
  
TITO VILANOVA PROFIL
Tanggal Lahir : 17/09/1969

Klub semasa bermain : Barcelona B, Figueres,  Celta, Mallorca, Lleida,       Badajoz, Elche, Gramenet
 
RIWAYAT KEPELATIHAN
2007-08     Barcelona B (asisten)
2008-12     Barcelona (asisten)
2012-     Pelatih Barcelona

“Dia orang yang kapabel dan para pemain telah mengenalnya,” komentar Guardiola tentang asisten yang akan menggantikannya musim depan itu.

“Saya hanyalah penyalur ide-ide yang kami kembangkan bersama, dan dia akan memberikan hal-hal yang tak dapat lagi saya berikan kepada klub dan para pemain ini.”
Pep tak asal bicara. Dia mengenal betul siapa itu Vilanova. Keduanya sudah menjalin tali pertemanan sejak usia belia, tepatnya saat sama-sama bergabung ke akademi Blaugrana pada 1984.

Meski memiliki nasib amat kontras dalam karier profesional sebagai pemain, di mana Guardiola sukses menjadi bintang dan kapten Barcelona, sementara catatan Vilanova paling banter hanya tiga laga persahabatan di tim senior sehingga memutuskan cabut pada 1990 dan melanglang buana ke berbagai klub yang notabene tak sebeken Barca, semacam Figueres, Celta Vigo, Badajoz, Mallorca, Lleida, Elche, dan Gramenet, nyaris dua dekade berselang mereka akhirnya bereuni di Camp Nou.
Pada 2007, Guardiola mendapat tawaran dari Joan Laporta, presiden klub kala itu, untuk mengangkat prestasi Barca B yang tengah terpuruk. Ia bersikeras membawa Vilanova, yang waktu itu menjabat direktur teknik Terrassa FC, sebagai asisten.


Tito | Sahabat, rekan di La Masia, tangan kanan, dan kini akan menggantikan Pep

Seperti diketahui, kerja sama Pep dan Tito langsung berujung sukses dengan mengantar Barca B promosi dari Tercera Division (Divisi IV) ke Segunda B (Divisi III). Diangkat menukangi skuad utama semusim berselang, Guardiola tetap mengajak serta Vilanova.

Peran krusial sang sahabat sekaligus tangan kanan yang tampak sering dimintai saran olehnya soal perubahan taktik di tengah laga itu pun tak dilupakan Guardiola setelah Barca di bawah komandonya meraih pencapaian sensasional dengan merengkuh enam trofi sekaligus pada 2009.

“Terima kasih Tito karena kau memutuskan untuk bertahan ketimbang menerima tawaran dari luar,” ucap Pep dalam selebrasi Los Cules menyabet sextuple winners, klub pertama dan satu-satunya yang mampu melakukan itu sejauh ini.

Pernah bertugas membina skuad Barca U-15, dengan para pemain yang kini telah berstatus bintang seperti Lionel Messi, Cesc Fabregas, dan Gerard Pique, pada 2001/02, tepat setelah ia gantung sepatu di Gramenet, memperluas wawasan Vilanova seputar pembinaan pemain muda. Ia sering menyediakan informasi kepada Guardiola soal youngster yang menurutnya sudah siap diberi kepercayaan.

“Buat Tito, saya mengharapkan yang terbaik dalam kesempatan baru yang telah diberikan sepakbola kepadanya,” tulis Fabregas di akun Twitter-nya.

“Kami pernah bersama-sama ketika saya masih anak-anak dan dia bukan hanya pria yang hebat, tapi juga pelatih mengagumkan.”

Memang, keberhasilan kala membantu Guardiola dari balik layar bukan garansi bahwa Vilanova bakal sukses pula saat tampil sebagai frontman, yang tentunya menghasilkan tekanan dan atensi yang jauh lebih besar, apalagi yang digantikannya adalah pelatih tersukses sepanjang sejarah klub.

Kinerja Vilanova selaku entrenador utama dan kemampuannya untuk mengungguli Real Madrid-nya Mourinho, yang rasanya sulit terbendung menjadi juara La Liga 2011/12, masih harus dinanti musim depan.

Namun dengan pemahaman mendalam terhadap filosofi klub plus pengalaman belajar, bekerja, serta berkembang bersama Guardiola, mungkin tak ada orang yang paling tepat menjadi suksesor selain Tito Vilanova.
 
source : yahoo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar