Senin, 14 Mei 2012

Serahkan Segala Kekuatiranmu Kepada Tuhan

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)

Mungkin semua kita sepakat ada banyak sekali alasan untuk merasa kuatir di jaman ini. Kita kuatir terhadap pemenuhan kebutuhan hidup. Kita kuatir terhadap keselamatan anak-anak. Kita kuatir tentang keamanan di jalan raya dan bahkan di rumah. Kita kuatir juga tentang ini dan itu dan banyak lagi. Semakin tidak aman, tidak pasti hukum, dan gonjang-ganjing ekonomi membuat makin besar pula alasan kita menjadi kuatir. Akhirnya kita berkesimpulan kekuatiran itu manusiawi, masuk akal, wajar dan lumrah. Wajib?

Alkitab mempunyai pandangan lain tentang kekuatiran. Alih-alih membenarkan alasan untuk kuatir, Yesus justru menantang kita mencari dan menemukan alasan untuk TIDAK kuatir. Dalam kotbahNya di bukit Yesus menjelaskan sejumlah alasan bagi kita untuk tetap percaya dan tidak kuatir tentang apapun juga. Pertama: karena kekuatiran tidak pernah menyelesaikan masalah apalagi menambah umur, sebaliknya memperburuk keadaan. 

Kedua: karena kita dipelihara dan dikasihi Tuhan melampaui burung dan bunga bakung. Burung yang rajin bekerja namun tidak punya akal budi, tidak tahu berorganisasi dan berkomunikasi saja dipelihara Tuhan dan eksis, apalagi kita. 

Ketiga: karena kekuatiran merupakan bentuk sikap under estimate atau anggap enteng terhadap kekuatan Tuhan. Jika kita benar percaya Tuhan Sanggup menolong kita, mengapa masih kuatir? Jujur saja.

Melalui pemahaman di atas, Rasul Petrus mengatakan: serahkanlah segala kekuatiranmu kepada Tuhan sebab Dia yang memelihara kamu. Artinya kekuatiran tidak boleh dipegang dan dipertahankan lama-lama dalam hati dan pikiran kita. Sebaliknya: kekuatiran harus benar-benar diserahkan (baca: diserahkan) kepada Tuhan. Jika sudah diserahkan, ya jangan diambil dan dipegang lagi. Mudah kan? Hanya persoalan mau dan tak mau. Percaya atau tak percaya.

Doa:
Ya Tuhan, kami mengaku seringkali kuatir. Kami meragukan kuasa Tuhan menjamin dan melindungi hidup kami. Ampunilah dosa kami. Berilah kami iman yang teguh. KepadaMulah kami serahkan segala hidup pribadi, rumah tangga dan usaha kami, juga gereja dan bangsa kami. Peliharalah kami dalam kasihMu yang agung dan kudus itu. Demi Kristus. AMIN.

Oleh : Pdt Daniel T.A. Harahap

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar