Jumat, 03 Agustus 2012

Ini Dia 3 Sungai Paling Tercemar di Dunia

Industrialisasi dan pencemaran lingkungan mengubah wajah beberapa sungai di dunia. Tiga sungai ini misalnya, disebut-sebut sebagai yang paling tercemar di antara semuanya.

Sungai adalah bagian dari alam yang punya peran krusial. Sungai-sungai di dunia jadi habitat bagi ratusan bahkan ribuan ekosistem. Sungai menjadi sumber kehidupan manusia, dari aspek pertanian hingga PLTA. Bagi para traveler, sungai juga menjadi ajang wisata bertualang lewat rafting dan body rafting.

Sayangnya, beberapa sungai di dunia menjadi tempat bersemayamnya limbah industri atau beralih fungsi jadi tempat pembuangan sampah. Sungai-sungai ini tak layak untuk didatangi, apalagi jadi habitat berbagai flora dan fauna!

Berikut 3 sungai paling tercemar di dunia berdasarkan situs Best Reviewer, Selasa (31/7):

1. Sungai Citarum, Indonesia



Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat. Perannya krusial bagi masyarakat di provinsi ini. Selain pertanian, air Sungai Citarum juga digunakan untuk berbagai keperluan industri dan PLTA. Sayangnya, industri ini pula yang jadi salah satu penyebab tercemarnya Sungai Citarum.

Hampir tiap jengkal permukaan sungai ini penuh oleh sampah dan limbah. Setiap hari, masyarakat membuang ratusan ton limbah ternak ke sungai tersebut.Tak heran Citarum menyandang sebagai sungai paling tercemar di dunia.

Parahnya lagi, Citarum jadi sumber air bagi 15 juta orang yang tinggal di bantaran sungainya. Sungai ini jadi sumber kehidupan bagi berbagai daerah seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur. Mereka menggunakan air dari Sungai Citarum untuk beragam keperluan mulai dari mencuci hingga memasak.

2. Sungai Yamuna, India



Sungai Yamuna terletak di sebelah utara India. Pada 1909, air sungai ini tergolong sebagai "biru jernih" bila dibandingkan dengan Sungai Gangga yang berwarna kuning kecoklatan. Namun, akibat pertumbuhan populasi dan industrialisasi, Yamuna menjadi salah satu sungai paling tercemar di dunia.

Bayangkan saja, sungai ini jadi 'tong' bagi 58% sampah di New Delhi! Pemerintah kota tersebut sudah berupaya melakukan berbagai hal untuk membuat Yamuna kembali bersih. Namun, 'tradisi' pembuangan sampah itu tampak sulit berhenti.

3. Sungai Buriganga, Bangladesh



Buriganga adalah sungai yang berada di Kota Dhaka. Sungai ini berfungsi sebagai jalur transportasi air antar kota di Bangladesh. Waktu bangsa Mughal menjadikan Dhaka sebagai ibukota negara pada 1610, Buriganga telah menjadi jalur utama untuk perdagangan. Sungai ini juga menjadi sumber air minum untuk seluruh kota.

Namun, sekarang Sungai Buriganga tercemar parah. Penyebab utamanya adalah polusi yang terdiri dari limbah kimia, plastik, minyak, sampai limbah rumah tangga. Kota Dhaka mengeluarkan ribuan ton sampah per harinya, dan mayoritas sampah dibuang ke Buriganga!

Menurut Departemen Lingkungan setempat, setiap hari Kota Dhaka membuang 20.000 ton sampah termasuk sampah beracun. Ada sembilan pabrik di sekitar Dhaka yang jadi sumber polusi ini. Akhirnya, 4 juta penduduk Dhaka terkena dampak polusi itu setiap harinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar