Senin, 07 Mei 2012

Robot Micro Yang Berguna Mendeteksi Aktivitas Sel Otak

Robot Micro Yang Berguna Mendeteksi Aktivitas Sel Otak Peneliti telah mengembangkan robotic probe (robot pemeriksa)  untuk mengungkap aktivitas neuron atau sel saraf pada otak manusia. Teknologi tersebut juga mampu memberikan informasi kerja neuron melalui pola elektrik yang terjadi di dalamnya.

Dilansir Scienceagogo, Senin (7/5/2012), peneliti dari MIT dan Georgia Institute of Technology telah mengembangkan robot tersebut untuk melakukan otomatisasi perihal proses penemuan dan merekam informasi dari sel saraf otak manusia. Melalui akses pada kinerja sel saraf otak, robot itu mampu memberikan informasi yang berguna seperti mengetahui pola aktivitas elektrik, bentuknya, bahkan profil mengenai gen yang aktif pada saat tertentu. 

Kabarnya, para peneliti menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan untuk dapat menguasai teknologi baru tersebut. Teknologi ini menggunakan lengan robot yang dipandu oleh algoritma pendeteksi sel. Sistem tersebut mampu mengidentifikasi serta merekam neuron di dalam otak tikus yang hidup dengan akurasi dan kecepatan terbaik ketimbang percobaan pada otak manusia.

Teknik baru ini didasarkan pada prosedur yang dikenal sebagai whole-cell patch clamping atau penjepitan terhadap sel yang melibatkan pipet kaca kecil berongga dalam kontak dengan membran sel neuron. Kemudian, dilakukan pembukaan pada pori kecil di membran untuk merekam aktivitas listrik dalam sel.

Pipet tersebut mengambil langkah dua mikrometer, mengukur impedansi 10 kali per detik. Setelah mendeteksi sel, seketika itu ia akan berhenti. "Ini merupakan sesuatu yang robot bisa lakukan, sedangkan manusia tidak bisa," ujar peneliti, Ed Boyden.

Metode ini bisa sangat berguna dalam mempelajari gangguan otak seperti schizophrenia, Parkinson's disease, autisme serta epilepsi. "Dalam kasus ini, deskripsi molekuler dari sel yang terintegrasi dengan listrik dan sirkuit tetap sulit dipahami. Jika kami bisa mendeskripsikan bagaimana penyakit merubah molekuler pada sel spesifik di otak yang hidup, hal ini akan memungkinkan terkait sasaran obat terbaik untuk dapat ditemukan," pungkasnya.


Sumber: okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar