Kamis, 07 Juni 2012

Bertobat Sebelum Terlambat

Sebuah kisah 2 orang anak di Kitab Lukas 15 : anak yang bungsu suatu ketika meminta warisan kepada orang tuan-nya sebelum waktunya dan pergi ke tempat yang jauh. Kemudian si anak bungsu menghabiskan semua warisan yang diberikan orang tua-nya untuk berfoya-foya dan akhirnya si anak bungsu pun jatuh bangkrut. bahkan untuk bisa bertahan hidup, dia harus bekerja di tempat orang yang beternak babi, di peternakan babi itu pun si anak bungsu masih kesulitan untuk mendapat makanan, samapi makanan babi dilarang untuk dimakan. Ia menyadari keadaannya, mengingat rumah bapa-nya, di rumah bapa-ku banyak hamba-hamba-nya dan hidup di sana tanpa kekurangan, jerit dalam hati-nya. pada akhirnya si anak bungsu nekad pulang…bahkan rela dijadikan sebagai seorang upahan demi dapat makanan dari rumah bapa-nya.

Ketika anak bungsu ini kembali ke rumah bapa-nya, bapa-nya berlari mendapatkan dia, memeluk dan mencium dia, ketika dia mengakui kesalahannya kepada bapanya dan minta supaya dijadikan orang upahan bapanya

Bahkan ketika anak itu sedang mengakui dosanya, sedang minta ampun kepada bapanya,….LIHAT…bapanya jauh lebih sibuk ngurusin pemulihan anaknya yang baru aja datang..But the father wasn’t listening .. yang dilakukan bapanya adalah berkata QUICK kpd hamba-hambanya. CEPAT…!!! pulihkan keadaan anakku, pakaikan semua cincin, jubah, dll nya kembali. keadaannya haruslah pulih, sama sebelum dia pergi.

Ketika seorang anak memutuskan untuk kembali kepada Bapa dari kehidupannya yang rusak, Bapa jauh lbh ingin memulihkan…oh…tidak hanya memulihkan…tp Bapa dengan CEPAT memulihkannya, Dia tidak berlambat-lambat, Dia BERLARI mendapatkan anaknya yang kembali.. Aku mengucap syukur kepada Allah, karena ternyata…wow…Dia bertindak CEPAT untuk memulihkan anak2-Nya yang kembali dlm keadaan yang ‘terluka/hancur’.
Dia dengan segera menyiapkan ‘a wonderful time’ for us. How awesome my Heavenly Father is.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar