Selasa, 31 Juli 2012

Apakah Dia Cinta Sejati Anda atau Bukan, Temukan Jawabannya Di sini !




Dalam penantian para single, tentu ada sejumlah kriteria yang dimiliki untuk calon pasangan hidup. Mulai dari kriteria fisik maupun non fisik, entah itu realistis atau justru mungkin terkesan matrealistis. Semua itu terbentuk berdasarkan pemahaman kita tentang arti sebuah hubungan, apakah kita menjalaninya hanya untuk sebuah status atau untuk sebuah komitmen serius bernama pernikahan.
Namun bagaimana sebenarnya kriteria pasangan hidup yang patut kita nantikan itu? Berikut beberapa kriteria yang mungkin dapat memberi Anda gambaran tentang pasangan terbaik Anda :
Realistis VS Matrealistis
Dalam kehidupan ini tidak dipungkiri bahwa segala sesuatu dilihat berdasarkan materi. Namun apakah itu lantas memakai kekayaan sebagai salah satu kriteria pasangan hidup? Tentu saja tidak. Sejarah membuktikan bahwa banyak orang yang tadinya kaya (karena harta warisan) kemudian jatuh miskin karena tidak bisa mengelola hartanya, bahkan Alkitab pun mencatat bahwa kekayaan akan habis (Yakobus 5:2).
Jadi daripada menanti seseorang yang bergelimang harta, cobalah melirik orang yang rajin dan pekerja keras (Amsal 10:4) serta mengandalkan Tuhan dalam segala pekerjaannya (Filipi 4:13). Disinilah letak perbedaan antara realistis dan matrealistis.
Tipuan Wajah VS Kekuatan Karakter
Dunia entertaimen selalu memanipulasi bahwa mendapat pasangan yang cantik / tampan dan tubuh yang sempurna akan memberikan sebuah kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Ironinya, banyak orang-orang yang mengikuti tipuan tersebut dan memilih memuaskan pandangan mata mereka namun membiarkan hati mereka kosong. Padahal keindahan fisik seseorang cepat atau lambat akan habis termakan usia, dan yang tersisa hanyalah karakternya saja.
Jadi daripada mengejar wajah tampan / cantik seseorang, fokuslah kepada karakter mereka. Tanyakan pada diri Anda, apakah dia pantas menjadi ayah / ibu anak-anak Anda nanti? Seberapa banyak buah-buah Roh dalam Galatia 5:22-23 terpancar dalam dirinya? Karena yang harus kita perhatikan adalah, jika salah satu ciri itu tidak ada sebelum upacara pernikahan maka itu juga tidak akan ada setelah upacara pernikahan. Dan tentunya ini akan menyebabkan masalah-masalah penting dalam pernikahan.
Perasaan Aman Bersamanya VS Aman Bersama-Nya 
Salah satu kebutuhan manusia menurut Abram Maslow adalah kebutuhan atas rasa aman dan perlindungan. Kebutuhan ini bahkan menduduki peringkat kedua setelah kebutuhan utama, yaitu kebutuhan fisiologi seperti makanan dan minuman. Tentu kebutuhan ini bukanlah sesuatu yang salah, namun jika kita menggunakannya sebagai kriteria pasangan hidup sehingga membuat kita tidak bisa tenang tanpa pasangan kita, maka itu menjadi hal yang menyeramkan.
Rasa aman yang sejati hanya dapat kita peroleh di dalam Tuhan (Mazmur 62:2-3). Karena itu, pasangan yang pantas Anda nantikan adalah seseorang yang membuat Anda semakin mendekat kepada Tuhan. Dengan begitu, Anda berdua akan mampu mengerjakan banyak hal untuk kemuliaan Allah.
Memang benar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, namun ketika seseorang mau mengikut Yesus, maka Roh Kudus akan mengerjakan hal-hal baik dalam hidupnya dan tentunya membuatnya menjadi pasangan yang pantas untuk kita nantikan. Dan sembari dia menjalani proses tersebut, mari kita pun mempersiapkan diri sebaik mungkin dan tidak bersikap kompromi dengan kriteria-kriteria dunia.
(Sumber: Jawaban.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar