Minggu, 29 Juli 2012

Begitu Mahalnya Demokrasi di Indonesia

VIVAlog Sebagian masyarakat kita terutama dikalangan menengah kebawah menganggap kondisi indonesia sekarang ini tidak lebih baik dari era orde baru, karena mereka kecewa dan frustasi dengan berbagai macam kerumitan yang mereka hadapi sekarang ini sehingga mereka membanding bandingkan denga masa orde baru, bahkan mereka jika saja masih bisa maka lebih baik pak harto lagi yang menjadi presiden. itulah yang terjadi dilapisan bawah karena kekecewaan dengan kondisi sekarang ini.

kalangan menengah kebawah lebih membandingkan dengan kondisi ekonomi dan keamanan serta posisi bangsa dimata internasional. dulu dizaman orba harga sembako relatif stabil, keamanan terjamin, dan negara lain sangat menghargai negara kita, itulah pandangan sebagian masyarakat lapisan bawah sekarang ini, terlepas dari kesalahan kesalahan yang dilakukan rezim orde baru. dan kalaupun mereka mengetahui kesalahan rezim orba , apakah rezim sekarang tidak mampunyai kebobrokan ?, sama saja.
dan diera reformasi sekarang ini justru hanya kaum menengah keatas sajalah yang bisa merasakan kesejahteraan, sedangkan menengah kebawah selalu tertindas.
rakyat kecil sebenarnya hanya dibutuhkan oleh para pajabat dan partai politik jika ada pemilihan saja.karena negeri kita negara demokrasi maka semua pemimpin nyaris dipilih denga cara pemilihan langsung, meski hasilnya tidak jauh lebih baik dari pada dilakukan pemilihan oleh MPR seperti pada masa orde baru. dan justru sekarang ini karena seringnya dilaksanakan pemilihan baik pemilihan kepala daerah maupun presiden sampai anggota DPR pusat maupun daerah, maka justru akan lebih banyak membuang anggaran negara, yang semestinya digunakan untuk kesejahteraan rakyat. jika memang sekarang pelaksanaan pemilihan adalah amanah dari undang undang dan secara otomatis akan menggunakan anggaran negara, seharusnya output yang dihasilkan paling tidak bisa menguntungkan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi atau golongan semata, maka jika begitu sia sialah anggaran pemilihan yang diambil dari anggaran negara hanya untuk memilih orang orang yang korup yang justru akan menguras lebih banyak lagi anggaran negara dengan cara penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh para pejabat seperti yang sering kita lihat sekarang ini. banyak para pejabat yang berakhir dipenjara, meskipun terkadang mereka hanya sekedar memenuhi tuntutan publik saja, padahal didalam penjara bisa disulap seperti hotel mewah.
apakah seperti ini demokrasi? betapa mahalnya demokrasi diindonesia, yang hanya menghasilkan orang orang yang korup. maka mulai dari sekarang marilah kita perbaiki bersama demi kemajuan dan kesejahteraan anak cucu kita kelak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar