Jumat, 29 Juni 2012

Hidayah dan Dhalalah

HIDAYAH DAN DHALALAH
Lafadzh hidayah berasal dari hada-yahdi-hudan-hidayah, yang berarti ar-rasyad (kejelasan) dan ad-dalalah (petunjuk), sedangkan lafadz dhalal berasal dari dhala-yadhillu-dhalla-dhalalatan, yang berarti dhid ar-rosyad (kebalikan dari petunjuk dan kejelasan). Adapun pengertian hidayah secara syar’I adalah mengikuti petunjuk islam dan mengimaninya, sementara dhalalah menyimpang dari islam.

Ketika pahala dan siksa dikaitkan dengan hidayah dan dhalalah itu menunjukkan bahwa hidayah dan dhalalah tersebut merupakan hasil usaha manusia, bukan karena ketentuan Allah SWT sebab ini menjadikan Allah dituduh zalim. Manusialah yang senantiasa mengusahakan hidayah dan dhalalah, dimana manusialah yang bisa menyesatkan dirinya sendiri juga orang lain.

Allah tidak akan menyiksa dan member pahala pada manusia , kecuali setelah ditunjukkan jalannya, yaitu jalan ke surga dan neraka, yang keduanya sama-sama ditunjukkan kepada manusia, sehingga ketika Allah menyiksa mereka yang tersesat itu bukan karena kesalahan Allah, melainkan karena merekalah yang bersalah. Sebab, mereka tidak mengikuti agama Allah. Jika mereka diberi pahala surga pun bukan semata-mata karena kemurahan Allah, akan tetapi karena usaha merekalah sehinnga diberi pahala dan surga.

Dengan kata lain manusia secara fitri telah diberi kecenderungan oleh Allah untuk beriman dan kufur. Inilah yang dimaksud bahwa Allah SWT adalah zat pencipta hidayah dan dhalalah. Setelah diberi kecenderungan tersebut, manusia kemudian diberi pilihan dan dua alternatif yakni baik-buruk, surga-neraka, serta pahala dan siksa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar