Minggu, 18 November 2012

Penyebab Anak Mogok Sekolah



Tidak sedikit anak yang ngadat alias mogok sekolah. Biasanya aksi mogok sekolah ini dilakukan anak yang masih menduduki bangku sekolah dasar. Banyak orang tua yang bertanya – tanya apa yang terjadi pada anaknya sehingga ia tidak mau berangkat sekolah. Saking bingungnya mayoritas orang tua memaksa anak untuk berangkat sekolah. Ingat, mau bagaimanapun memaksa anak untuk melakukan sesuatu dapat mengganggu psikologis anak. Ajaklah ia bicara dengan baik – baik.

Sebelum mengajak anak bicara, alangkah baiknya anda mengetahui dulu beberapa penyebab anak anda mogok sekolah.

1. Ada Murid yang Ia Takuti

Mungkin saja anak anda pernah di bully oleh teman sekelasnya sehingga ia merasa trauma atau ketakutan untuk masuk sekolah. Jika masalah ini terjadi pada anak anda, maka anda harus memutar otak bagaimana cara menghilangkan trauma si anak. Mungkin dengan memberikan sedikit motivasi agar tidak takut, atau mungkin dengan memberikan pemahaman bahwa karakteristik manusia itu berbeda – beda.

2. Ada Pelajaran yang Dibenci

Mungkin saja anak anda merasa tidak mampu mengerjakan soal matematika sehingga ia selalu mogok sekolah ketika ada pelajaran matematika. Hal ini wajar, mengingat setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Tips dari saya adalah coba berikan bimbingan belajar di rumah, latihlah pelajaran yang tidak dikuasai anak anda. Sehingga anak anda tidak akan minder untuk menghadapi pelajaran tersebut.

3. Tidak Nyaman

Ini adalah kemungkinan yang terakhir. Mungkin saja anak anda merasa tidak nyaman dengan sekolah yang ditempatinya.Mungkin kelasnya terlalu kumuh untuknya, atau fasilitasnya kurang memadai, dan sebagainya. Jika anak anda memang merasa tidak nyaman dengan sekolahnya, silahkan anda pikir matang – matang, apakah anda akan memindahkannya ke sekolah yang baru atau anda biarkan saja.

 

Nah, itulah beberapa kemungkinan mengapa anak anda mogok sekolah. Jika anak anda mogok sekolah tanpa alasan yang jelas, saya sarankan konsultasi ke psikiater anak. Siapa tahu anak anda mengalami depresi berlebih. Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar