Silahkan tunggu dalam 15 detik.

Download Timer
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

15 Sifat Manusia yang Terdapat Dalam Al-Quran

15 Sifat Manusia yang Terdapat Dalam Al-Quran | 15 Sifat Manusia yang Terdapat Dalam Al-Quran . Mari kita telusuri, apa kata Al-Quran tentang makhluk yang bernama manusia ini.

1. Manusia itu LEMAH
�Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah� (Q.S. Annisa; 28)

2. Manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
�Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah� (Q.S Al-Infithar : 6)

3. Manusia itu LALAI
�Bermegah-megahan telah melalaikan kamu� (Q.S At-takaatsur 1)

4. Manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR
�Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.� (Q.S Al-Baqarah 155)

5. Manusia itu BERSEDIH HATI
�Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati� (Q.S Al Baqarah: 62)

6. Manusia itu TERGESA-GESA
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra� 11)

7. Manusia itu SUKA MEMBANTAH
�Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.� (Q.S. an-Nahl 4)

8. Manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
�Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.� (Q.S Yunus : 12)
�Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas� (Q.S al-Alaq : 6)

9. Manusia itu PELUPA
�Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: �Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.� (Q.S Az-Zumar : 8 )

10. Manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
�Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah� (Q.S Al Ma�arij : 20)
�Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.� (Q.S Al-Fushshilat : 20)
�Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa� (al-Isra� 83)

11. Manusia itu KIKIR
�Katakanlah: �Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.� Dan adalah manusia itu sangat kikir.� (Q.S. Al-Isra� : 100)

12. Manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-�Aadiyaat : 6)

13. Manusia itu DZALIM dan BODOH
�Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, � (Q.S al-Ahzab : 72)

14. Manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
�Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.� (Q.S Yunus 36)

15. Manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN
�Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: �Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?� Mereka menjawab: �Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.� (Q.S al Hadid 72)

Sekian tentang 15 Sifat Manusia yang Terdapat Dalam Al-Quran, semoga bermanfaat.

Referensi by http://www.klikunic.com/2012/07/15
-sifat-manusia-dalam-al-quran.html
readmore »»  

Inilah Azab Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat

Inilah Azab Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat | Inilah Azab siksaan Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat.

Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda: "Barang siapa yang mengabaikan solat secara berjemaah maka Allah S.W.T akan mengenakan 15 tindakan yang merbahaya ke atasnya.

6 Balasan Ketika Masih Hidup:
1. Allah akan mencabut barakah dari umurnya
2. Allah akan membuang ciri-ciri orang yang baik (nur) dari wajahnya
3. Setiap amalan yang dilakukan Allah tidak akan dibalas
4. Do'anya tidak akan naik ke langit
5. Bukan darinya dianggap sebagai do'a orang yang soleh
6. Roh dikeluarkan tanpa Iman

Bagi 3 balasan semasa hendak mati:
1. Mati didalam keadaan yang sangat memalukan
2. Mati didalam keadaan lapar.
3. Mati didalam keadaan haus, walaupun minum air seluruh lautan sekalipun ia masih haus.

Bagi 3 balasan semasa didalam kubur:
1. Allah menyempitkan kuburnya sehingga tulang rusuknya bertemu
2. Allah membakar kuburnya dengan api !
3. Allah menghantarkan seekor ular yang bernama "al-syujaa'" yang akan memukulnya dari pagi sehingga tengahari kerana meninggalkan solat Subuh, dari tengahari sehingga Asar kerana meninggalkan Asar dan seterusnya. Dengan setiap pukulan ia boleh menimbuskan seseorang sejauh 70 ela kebawah tanah.

Bagi 3 balasan dihari Kiamat:
1. Allah menghantar mereka yang bersamanya kedalam neraka dengan cara menarik mukanya.
2. Allah melihatnya dengan marah yang menyebabkan daging dimukanya jatuh kebawah
3. Allah mengadilkannya secara ketat dan mencampakkannya kedalam api neraka dan ia adalah satu keputusan yang buruk!

Referensi by http://www.klikunic.com/2012/08/15
-azab-bagi-orang-yang-meninggalkan.html
readmore »»  

Jumat, 10 Agustus 2012

Pelajari Bagaimana Cara Rasulullah SAW Mendidik Anak

Pelajari Bagaimana Cara Rasulullah SAW Mendidik Anak
Akhir-akhir ini, masih sering terdengar kasus kekerasan terhadap anak, baik oleh orang dewasa bahkan orangtuanya sendiri. Bentuknya beragam, mulai dari penelantaran anak, kekerasan di sekolah, hingga yang menyebabkan  anak  bunuh diri.

Ini memprihatinkan. Tidak ada pembenar, dengan argumen apapun, yang membolehkan kekerasan pada anak-anak. Sehingga wajar bila pelakunya mendapatkan hukuman berat sesuai aturan yang berlaku.
Agama Islam memberikan perhatian besar dalam masalah ini. Kekerasan, secara fisik atau non fisik, kepada anak-anak sangat dilarang. Sebaliknya, orang dewasa terlebih orangtua harus bisa menjaga, melindungi serta mengayomi buah hatinya.

Islam mengajarkan agar orangtua menjadi contoh dan teladan terbaik bagi anak-anaknya. Orangtua juga wajib menanamkan nilai-nilai agama kepada  anak  sehingga menjadi pribadi bertakwa.
Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang kasih sayang kepada anak-anak. Bahkan, Nabi akhir zaman itu dijuluki sebagai bapak para  anak  yatim.

Banyak kisah yang menggambarkan besarnya kecintaan beliau kepada anak-anak. Suatu hari, Rasulullah harus memendekkan bacaan shalatnya ketika mendengar anak menangis. Nabi SAW juga pernah mengangkat anak yang jatuh di dekatnya ketika sedang khotbah.

Rasulullah pun selalu menghibur dan menggembirakan hati anak-anak. Bila datang seseorang membawa bingkisan berupa buah-buahan, maka yang pertama diberinya adalah anak-anak kecil yang kebetulan ada di majelis itu.

Jabir bin Samurah, sahabat Nabi Muhammad SAW, mengatakan bahwa Rasulullah suka mengusap kepala anak-anak. Suatu ketika, dirinya pernah shalat bersama Rasulullah pada shalat Dhuhur.
Seusai shalat, Rasulullah keluar ke tempat keluarganya, dia pun keluar bersama Rasulullah. Rasulullah tampak menciumi anak-anaknya dan mengusap kedua pipi mereka satu persatu.

Menyayangi  anak  adalah perintah agama, karena Islam banyak mengajarkan kasih sayang kepada siapapun. Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana cara menyayangi anak , seperti menciumnya, lemah lembut, belas kasihan, menahan marah dan memaafkan anak-anak.

Allah akan mencabut sifat belas kasih apabila orangtua tidak menyayangi anak. Dengan demikian, orangtua harus menyayangi anak , agar tumbuh rasa kasih sayang itu pada diri anaknya pula. Allah mencintai kelembutan serta membenci kekerasan.

Rasulullah SAW bersabda, "Tiada kuasa aku (menolong kamu) jika Allah telah mencabut sifat belas kasih dari hatimu." (HR Bukhari)

Islam menekankan agar umat saling berkasih sayang, kepada diri sendiri, suami atau istri, anak-anaknya, orangtua, dan sesama. Kasih sayang juga ditujukan kepada makhluk ciptaan Allah SWT.
Saling menyayangi antara orangtua dengan anaknya adalah agar mereka menjadi generasi sholeh dan sholehah. Begitu halnya anak-anak hendaknya menyayangi orangtuanya, sehingga terwujud keluarga sakinah, mawadah warrahmah, dan selalu diliputi kebahagiaan.

Bagaimana menumbuhkan sifat kasih sayang? Allah SWT memiliki sifat rahman dan rahim. Bahkan, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyebarkan rahmat (kasih sayang) dan ajaran Islam dengan rahmat pula.

Sifat rahmat ada di dalam hati. Bila ia berkembang dengan subur maka anggota seluruh anggota badan akan menunjukkan sikap terpuji. Bagaimana menyuburkan sifat rahmah dalam diri? Bacalah Alquran, karena ia menghidupkan hati.

Bila tuntunan ini dihayati, kekerasan pada anak tentu tidak akan terjadi. Setiap orangtua wajib memberikan rasa cinta yang tulus pada anak-anaknya, dan insya Allah mereka akan selalu teringat dengan kasih sayang yang diterimanya itu.

Sekian tentang Pelajari Bagaimana Cara Rasulullah SAW Mendidik Anak, semoga bernanfaat..

Referensi by http://rahimnetwork.blogspot.com/
2012/07/cara-rasulullah-mendidik-anak.html
readmore »»  

Kamis, 26 Juli 2012

Penjelasan Singkat Tentang Ziarah Kubur

Penjelasan Lengkap Tentang Ziarah Kubur - Tata cara nyekar dan ziarah ke kubur - tata cara menabur bunga diatas kubur.

Penjelasan Singkat Tentang Ziarah Kubur

Ziarah menurut arti bahasanya adalah menengok. Ziarah kubur artinya menegok kubur. Ziarah ke makam wali artinya menengok wali.

Menurut syariat agama islam, ziarah kubur itu bukan hanya sekedar menengok kubur, bukan sekedar menengok makam wali, bukan pula untuk sekedar tahu dan mngerti dimana atau untuk mengetahui keadaankubur atau makam, akan tetapi kedatangan seseorang ke kubur atau ke makam dengan maksud untuk berziarah adalah mendoakan kepada yang di kubur atau yang dimakamkan dan mengirim pahala untuknya atas bacaan-bacaan dari ayat-ayat al-qur'an dan kalimah-kalimah thayyibah, sepeti bacaan tahlil, tahmid, tsbih, shalawat dan lain-lain. Apalagi kalau yang diziarahi itu makamnua seorang wali atau ulama atau pemimpin yang telah berjasa kepada masyarakat, maka sebagai orang yang tahu berhutang budi, sepantasnya ia mendoakan dan menghadiyahkan pahala dari bacaan-bacaan yang dilakukan

Tata Cara Ziarah Ke Kubur
Dalam berziarah ke kubur atau makam perlu dipaerhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Hendaknya berwudlu terlebih dahulu sebekum berziarah.
  2. Memberikan salam ketika tiba di gerbang makam "assalamualaikum ahladdiyaari minal mu'miniina wa inna insyaAllahubikum laahiquun nas-alullaaha daara qaumin mu'minin. fainnaa insya allahu bikum laaquun".
  3. Sesampainya di sepan makam yang dituju hendaknya mengucapkan salam khusus seraya menghadap kearah muka mayyit (ke arah timur) . "assalamu'alaikum ya ... (nama yang dijiarahi)".
  4. Bacalah ayat-ayat/surat-surat dari al-qur'an.
  5. Setelah itu, beralih manghadap qiblat (kearah barat) dengan membaca doa-doa.
  6. Khidmat serta khusyu' saat berziarah.
  7. Hendaknya dalam hati ada ingatan bahwa dirinya akan seperti yang diziarahi..
  8. Jangan menduduki batu nisan kubur dan melintasi diatasnya, karena hal itu termasuk perbuatan Idza' (menyakitkan) terhadap mayyit.
Sekian Penjelasan Singkat Tentang Ziarah Kubur, semoga bermanfaat.
readmore »»  

Senin, 23 Juli 2012

Keistimewaan Mengerjakan Shalat Tarawih Pada Malam ke 1-30 di Bulan Ramadhan

Keistimewaan Mengerjakan Shalat Tarawih Pada Malam ke 1-30 di Bulan Ramadhan - Keutamaan Mengerjakan Shalat Tarawih Pada Malam ke 1-30 di Bulan Ramadhan - Keistimewaan pahala yang didapat jika mengerjakan shalat tarawih - keistimewaan malam ini - keistimewaan malam ke 1, 2, 3 ,4 ,5 , 6, 7 - 30 pada bulan ramadhan..

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan dan rahmat dari allah swt.. dimana pada bulan ramadhan ini, kita berlomba-lomba meningkatkan pahala dan keimanan kita kepada allah swt..
Siapa sangka, pada bulan ramadhan ini, pahala yang kita dapat akan berlipat ganda daripada bulan-bulan biasanya.. jika pada bulan-bulan biasa atau malam-malam yang bukan pada bulan ramadhan kita hanya shalat wajib, maka pada bulan ramadhan ini, shaat sunnah pun akan mendapatkan luar biasa pahala jika dikerjakan..

Berikut Pahala menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan :
Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulanRamadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada :
  1. Malam ke-1: Terlepaslah ia dari dosa-dosanya seperti ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya
  2. Malam ke-2: Allah swt memberi pengampunan kepadanya dan kepada kedua orang tuanya jika keduanya mukmin (orang yang beriman);
  3. Malam ke-3: Malaikat berseru dari bawah Arsy; mulailah beramal semoga allah swt mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.
  4. Malam ke-4: Mendapatkan pahala sama dengan pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqon (al Quran)
  5. Malam ke-5: Allah memberi pahala kepadanya sepert ipahala orang yang shalat di Masjid Alharam (masjidil haram) diMakkah,masjid Nabawi di Madinah dan masjid Al Aqsha di Palestina.
  6. Malam ke-6: Allah akan memberi pahala seperti pahalaorang yang tawaf di-baitul mamur, dan batu-batu serta tanah liatmemohonkan ampun untuknya. (subhanallah sungguh luar biasa, batu dantanah yang kita injak selama ini,ternyata bisa memintakan ampunankepada Allah untuk kita).
  7. Malam ke-7: Seakan-akan dia berjumpa nabi Musa a.s kemudian menolongnya dari Kerajaan Firaun dan Hamman.
  8. Malam ke-8: Allah memberikan kepadanya, apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim a.s
  9. Malam ke-9: Dia menjadi seperti seorang hamba Allah yang beribadah kepadanya seperti ibadahnya seorang nabi.
  10. Malam ke-10: Allah memberikan anugerah kepadanya,berupa kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
  11. Malam ke-11: Maka ia akan meninggal dunia dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir (meninggal dengan tanpa membawa dosa /husnul khotimah)
  12. Malam ke-12: Pada Hari Kiamat, Anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan.
  13. Malam ke-13: Pada Hari kiamat, Anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.
  14. Malam ke-14: Para malaikat memberi kesaksian shalat tarawih anda, dan Allah tidak menghisab anda lagi.
  15. Malam ke-15: Anda akan menerima shalawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.
  16. Malam ke-16: Anda akan mendapat tulisan “Selamat” dari Allah, anda bebas dari surga, dan lepas dari neraka.
  17. Malam ke-17: Allah akan memberi pahala kepada anda sesuai pahala para nabi.
  18. Malam ke-18: Malaikat akan memohon kepada Allah agar anda selalu mendapat restu.
  19. Malam ke-19: Allah akan mengangkat derajat anda ke Firdaus (surga yang tinggi)
  20. Malam ke-20: Diberikan pahala kepada anda sesuai pahala para syuhada dan shalihin.
  21. Malam ke-21: Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk anda disurga.
  22. Malam ke-22: Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat, karena Anda terhindar dari rasa takut yang amat sangat.
  23. Malam ke-23: Allah akan membuat sebuah kota untuk Anda di dalam surga.
  24. Malam ke-24: Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup di dunia.
  25. Malam ke-25: Anda akan bebas dari siksa kubur.
  26. Malam ke-26: Allah akan derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama 40 tahun.
  27. Malam ke-27: Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustakim nanti.
  28. Malam ke-28: Anda akan dinaikkan 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak.
  29. Malam ke-29: Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah.
  30. Malam ke-30: Allah menyuruh kepada Anda untuk memakansemua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabila (air surga),karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba Allah yang setia.
Nah itulah Keistimewaan Mengerjakan Shalat Tarawih Pada Malam ke 1-30 di Bulan Ramadhan, semoga bermanfaat.

readmore »»  

Penjelasan Lengkap Tentang Sifat Allah (Wujud)

Penjelasan Singkat Tentang Sifat Allah (Wujud) - Penjelasan Lengkap Tentang Sifat Allah (Wujud).

assalamualaikum wr.wb..

Alhamdulilah pada kesempatan kali ini saya akan mengingatkan sedikit tentang sifat-sifat allah.. Masih ingat tentang 99 sifat allah? mujud, qidam, baqho, dst..
Untuk kali ini saya akan membahas sifat-sifat allah tersebut, khususnya sifat allah yang pertama yaitu "Wujud" , saya bukan bermaksud menggurui, hanya saja ingin mengingatkan pada rekan-rekan pembaca..

Wujud merupakan sifat allah yang pertama, dimana allah senantiasa ada.. tidak mungkin allah itu tidak ada sedangkan memiliki sifat wujud.

Sifat wujud Allah swt dapat dibuktikan oleh fitrah, akal, syara’ dan indera.

1. Dalil Fitrah.
Bukti fitrah tentang wujud Allah adalah bahwa iman kepada sang Pencipta merupakan fitrah setiap makhluk, tanpa terlebih dahulu berpikir atau belajar. Tidak akan berpaling dari tuntutan fitrah ini, kecuali orang yang di dalam hatinya terdapat sesuatu yang dapat memalingkannya. Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ.

“Semua bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Kristen, atau Majusi. ” (HR. Al Bukhari)
Ketika seseorang melihat makhluk ciptaan Allah yang berbeda-beda bentuk, warna, jenis dan sebagainya, akal akan menyimpulkan adanya semuanya itu tentu ada yang mengadakannya dan tidak mungkin ada dengan sendirinya. Dan panca indera kita mengakui adanya Allah di mana kita melihat ada orang yang berdoa, menyeru Allah dan meminta sesuatu, lalu Allah mengabulkannya.

Adapun tentang pengakuan fitrah telah disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an:
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu menurunkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu’ Mereka menjawab: ‘ (Betul Engkau Tuhan kami) kami mempersaksikannya (Kami lakukan yang demikian itu) agar kalian pada hari kiamat tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan-Mu) atau agar kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang setelah mereka.’” (QS. Al A’raf: 172-173).

Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa fitrah seseorang mengakui adanya Allah dan juga menunjukkan, bahwa manusia dengan fitrahnya mengenal Rabbnya. Adapun bukti syari’at, kita menyakini bahwa syari’at Allah yang dibawa para Rasul yang mengandung maslahat bagi seluruh makhluk, menunjukkan bahwa syari’at itu datang dari sisi Dzat yang Maha Bijaksana. (Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 41-45)

2. Dalil Al Hissyi (Dalil Indrawi)
Bukti indera tentang wujud Allah dapat dibagi menjadi dua:

a. Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa serta pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah. Hal ini menunjukkan secara pasti tentang wujud Allah. Allah berfirman:

“Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.” (Al Anbiyaa 76)
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu…” (Al Anfaal 9)

Anas bin Malik berkata, “Pernah ada seorang Badui datang pada hari Jum’at. Pada waktu itu Nabi tengah berkhutbah. Lelaki itu berkata, “Hai Rasul Allah, harta benda kami telah habis, seluruh warga sudah kelaparan. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah untuk mengatasi kesulitan kami. ” Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya dan berdoa. Tiba-tiba awan mendung bertebaran bagaikan gunung-gunung. Rasulullah belum turun dari mimbar, hujan turun membasahi jenggotnya. Pada hari Jum’at yang kedua, orang Badui atau orang lain berdiri dan berkata, “Hai Rasul Allah, bangunan kami hancur dan harta benda pun tenggelam, doakanlah akan kami ini (agar selamat) kepada Allah. ” Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa: “Ya Rabbku, turunkanlah hujan di sekeliling kami dan janganlah Engkau turunkan sebagai bencana bagi kami. ” Akhirnya beliau tidak mengisyaratkan pada suatu tempat, kecuali menjadi terang (tanpa hujan). ” (HR. Al Bukhari)

b. Tanda-tanda para Nabi yang disebut mu’jizat, yang dapat disaksikan atau didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang keberadaan Yang Mengutus para Nabi tersebut, yaitu Allah, karena hal-hal itu berada di luar kemampuan manusia. Allah melakukannya sebagai pemerkuat dan penolong bagi para Rasul.

Contoh pertama adalah Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukul laut dengan tongkatnya, Musa memukulkannya, lalu terbelahlah laut itu menjadi dua belas jalur yang kering, sementara air di antara jalur-jalur itu menjadi seperti gunung-gunung yang bergulung. Allah berfirman, yang artinya: “Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. ” (Asy Syu’ara 63)

Contoh kedua adalah mu’jizat Nabi Isa ketika menghidupkan orang-orang yang sudah mati; lalu mengeluarkannya dari kubur dengan ijin Allah.
“…dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah…” (Al Imran 49)
“…dan (ingatlah) ketika kamu mengeluarkan orang mati dari kuburnya (menjadi hidup) dengan ijin-Ku…” (Al Maidah 110)

Contoh ketiga adalah mu’jizat Nabi Muhammad ketika kaum Quraisy meminta tanda atau mu’jizat. Beliau mengisyaratkan pada bulan, lalu terbelahlah bulan itu menjadi dua, dan orang-orang dapat menyaksikannya. Allah berfirman tentang hal ini, yang artinya: “Telah dekat (datangnya) saat (Kiamat) dan telah terbelah pula bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mu’jizat), mereka berpaling dan berkata: “ (Ini adalah) sihir yang terus-menerus. ” (Al Qomar 1-2)
Tanda-tanda yang diberikan Allah, yang dapat dirasakan oleh indera kita itu adalah bukti pasti wujud-Nya.

3. Dalil ‘Aqli (dalil akal pikiran)
Bukti akal tentang adanya Allah adalah proses terjadinya semua makhluk, bahwa semua makhluk, yang terdahulu maupun yang akan datang, pasti ada yang menciptakan. Tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin pula tercipta secara kebetulan. Tidak mungkin wujud itu ada dengan sendirinya, karena segala sesuatu tidak akan dapat menciptakan dirinya sendiri. Sebelum wujudnya tampak, berarti tidak ada.

Lihatlah sekeliling anda dari tempat duduk anda. Akan anda dapati bahwa segala sesuatu di ruang ini adalah “buatan”: dindingnya sendiri, pelapisnya, atapnya, kursi tempat duduk anda, gelas di atas meja dan pernak-pernik tak terhitung lainnya. Tidak ada satu pun yang berada di ruang anda dengan kehendak mereka . Gulungan tikar sederhana pun dibuat oleh seseorang: mereka tidak muncul dengan spontan atau secara kebetulan.

Begitu pula, orang yang memandang suatu pahatan tidak sangsi sama sekali bahwa pahatan ini dibuat oleh seorang pemahat. Hal ini bukan mengenai karya seni saja: batu bata yang bertumpukan pun pasti dikira oleh siapa saja bahwa tumpukan batu bata sedemikian itu disusun oleh seseorang dengan rencana tertentu. Karena itu, di mana saja yang terdapat suatu keteraturan, entah besar entah kecil, pasti ada penyusun dan pelindung keteraturan ini. Jika pada suatu hari seseorang berkata dan menyatakan bahwa besi mentah dan batu bara bersama-sama membentuk baja secara kebetulan, yang kemudian membentuk Menara Eiffel secara lagi-lagi kebetulan, tidakkah ia dan orang yang mempercayainya akan dianggap gila?

Pernyataan teori evolusi, suatu metode unik penyangkal keberadaan Allah, tidak berbeda daripada ini. Menurut teori ini, molekul-molekul anorganik membentuk asam-asam amino secara kebetulan, asam-asam amino membentuk protein-protein secara kebetulan, dan akhirnya protein-protein membentuk makhluk hidup secara lagi-lagi kebetulan. Akan tetapi, kemungkinan pembentukan makhluk hidup secara kebetulan ini lebih kecil daripada kemungkinan pembentukan Menara Eiffel dengan cara yang serupa, karena sel manusia bahkan lebih rumit daripada segala struktur buatan manusia di dunia ini.

Bagaimana mungkin mengira bahwa keseimbangan di dunia ini timbul secara kebetulan bila keserasian alam yang luar biasa ini pun bisa teramati dengan mata telanjang? Pernyataan bahwa alam semesta, yang semua unsurnya menyiratkan keberadaan Penciptanya, muncul dengan kehendaknya sendiri itu tidak masuk akal.
Karena itu, pada keseimbangan yang bisa dilihat di mana-mana dari tubuh kita sampai ujung-ujung terjauh alam semesta yang luasnya tak terbayangkan ini pasti ada pemiliknya. Jadi, siapakah Pencipta ini yang mentakdirkan segala sesuatu secara cermat dan menciptakan semuanya?
Ia tidak mungkin Dzat material yang hadir di alam semesta ini, karena Ia pasti sudah ada sebelum adanya alam semesta dan menciptakan alam semesta dari sana. Pencipta Yang Maha Kuasa, Dialah yang mengadakan segala sesuatu, sekalipun keberadaan-Nya tanpa awal atau pun akhir.

Agama mengajari kita identitas Pencipta kita yang keberadaannya kita temukan melalui akal kita. Melalui agama yang diungkapkan kepada kita, kita tahu bahwa Dia itu Allah, Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Yang menciptakan langit dan bumi dari kehampaan.
Meskipun kebanyakan orang mempunyai kemampuan untuk memahami kenyataan ini, mereka menjalani kehidupan tanpa menyadari hal itu. Bila mereka memandang lukisan pajangan, mereka takjub siapa pelukisnya. Lalu, mereka memuji-muji senimannya panjang-lebar perihal keindahan karya seninya. Walau ada kenyataan bahwa mereka menghadapi begitu banyak keaslian yang menggambarkan hal itu di sekeliling mereka, mereka masih tidak mengakui keberadaan Allah, satu-satunya pemilik keindahan-keindahan ini. Sesungguhnya, penelitian yang mendalam pun tidak dibutuhkan untuk memahami keberadaan Allah. Bahkan seandainya seseorang harus tinggal di suatu ruang sejak kelahirannya, pernak-pernik bukti di ruang itu saja sudah cukup bagi dia untuk menyadari keberadaan Allah.

Tubuh manusia menyediakan begitu banyak bukti yang mungkin tidak terdapat di berjilid-jilid ensiklopedi. Bahkan dengan berpikir beberapa menit saja mengenai itu semua sudah memadai untuk memahami keberadaan Allah. Tatanan yang ada ini dilindungi dan dipelihara oleh Dia.
Tubuh manusia bukan satu-satunya bahan pemikiran. Kehidupan itu ada di setiap milimeter bidang di bumi ini, entah bisa diamati oleh manusia entah tidak. Dunia ini mengandung begitu banyak makhluk hidup, dari organisme uniseluler hingga tanaman, dari serangga hingga binatang laut, dan dari burung hingga manusia. Jika anda menjumput segenggam tanah dan memandangnya, di sini pun anda bisa menemukan banyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Di kulit anda pun, terdapat banyak makhluk hidup yang namanya tidak anda kenal. Di isi perut semua makhluk hidup terdapat jutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan. Populasi hewan di dunia ini jauh lebih banyak daripada populasi manusia.

Jika kita juga mempertimbangkan dunia flora, kita lihat bahwa tidak ada noktah tunggal di bumi ini yang tidak mengandung kehidupan. Semua makhluk ini yang tertebar di suatu bidang seluas lebih daripada jutaan kilometer persegi itu mempunyai sistem tubuh yang berlainan, kehidupan yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda terhadap keseimbangan lingkungan. Pernyataan bahwa semua ini muncul secara kebetulan tanpa maksud atau pun tujuan itu gila-gilaan. Tidak ada makhluk hidup yang muncul melalui kehendak atau upaya mereka sendiri. Tidak ada peristiwa kebetulan yang bisa menghasilkan sistem-sistem yang serumit itu.
Semua bukti ini mengarahkan kita ke suatu kesimpulan bahwa alam semesta berjalan dengan “kesadaran” (consciousness) tertentu. Lantas, apa sumber kesadaran ini? Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu pun yang menjaga keserasian tatanan ini. Keberadaan dan keagungan Allah mengungkap sendiri melalui bukti-bukti yang tak terhitung di alam semesta. Sebenarnya, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan bukti ini dalam hati sanubarinya. Sekalipun demikian, mereka masih mengingkarinya “secara lalim dan angkuh, kendati hati sanubari mereka meyakininya” sebagaimana yang dinyatakan dalam Al Qur’an. (Surat An-Naml: 14)

Semua makhluk tidak mungkin tercipta secara kebetulan, karena setiap yang diciptakan pasti membutuhkan pencipta. Adanya makhluk-makhluk itu di atas undang-undang yang indah, tersusun rapi, dan saling terkait dengan erat antara sebab-musababnya dan antara alam semesta satu sama lainnya. Semua itu sama sekali menolak keberadaan seluruh makhluk secara kebetulan, karena sesuatu yang ada secara kebetulan, pada awalnya pasti tidak teratur.
Kalau makhluk tidak dapat menciptakan diri sendiri, dan tidak tercipta secara kebetulan, maka jelaslah, makhluk-makhluk itu ada yang menciptakan, yaitu Allah Rabb semesta alam.

Allah menyebutkan dalil aqli (akal) dan dalil qath’i dalam surat Ath Thuur: “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (Ath Thuur 35)
Dari ayat di atas tampak bahwa makhluk tidak diciptakan tanpa pencipta, dan makhluk tidak menciptakan dirinya sendiri. Jadi jelaslah, yang menciptakan makhluk adalah Allah.
Ketika Jubair bin Muth’im mendengar dari Rasulullah yang tengah membaca surat Ath Thuur dan sampai kepada ayat-ayat ini: “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa?” (Ath Thuur 35-37)

“Ia, yang tatkala itu masih musyrik berkata, “Hatiku hampir saja terbang. Itulah permulaan menetapnya keimanan dalam hatiku. ” (HR. Al Bukhari)
Dalam hal ini kami ingin memberikan satu contoh. Kalau ada seseorang berkata kepada Anda tentang istana yang dibangun, yang dikelilingi kebun-kebun, dialiri sungai-sungai, dialasi oleh hamparan karpet, dan dihiasi dengan berbagai perhiasan pokok dan penyempurna, lalu orang itu mengatakan kepada Anda bahwa istana dengan segala kesempurnaannya ini tercipta dengan sendirinya, atau tercipta secara kebetulan tanpa pencipta, pasti Anda tidak akan mempercayainya, dan menganggap perkataan itu adalah perkataan dusta dan dungu. Kini kami bertanya pada Anda, masih mungkinkah alam semesta yang luas ini beserta apa-apa yang berada di dalamnya tercipta dengan sendirinya atau tercipta secara kebetulan?!

4. Dalil Naqli (Dalil Syara’)
Bukti syara’ tentang wujud Allah bahwa seluruh kitab langit berbicara tentang itu. Seluruh hukum yang mengandung kemaslahatan manusia yang dibawa kitab-kitab tersebut merupakan dalil bahwa kitab-kitab itu datang dari Rabb yang Maha Bijaksana dan Mengetahui segala kemaslahatan makhluknya. Berita-berita alam semesta yang dapat disaksikan oleh realitas akan kebenarannya yang didatangkan kitab-kitab itu juga merupakan dalil atau bukti bahwa kitab-kitab itu datang dari Rabb yang Maha Kuasa untuk mewujudkan apa yang diberitakan itu.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. 4:82)
Demikian juga adanya para Rasul dan agama yang bersesuaian dengan kemaslahatan umat manusia menunjukkan adanya Allah, karena tidak mungkin ada agama dan Rasul kecuali ada yang mengutusnya. Akan tetapi agama-agama yang ada selain Islam telah mengalami penyimpangan dan perubahan sehingga mereka menyimpang dari jalan yang lurus.

Setelah kita mengenal dan mengimani keberadaan Allah sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka perlu kita kenali Allah sebagai Rabb yang telah menciptakan, memiliki dan mengatur semua makhluknya, Dialah satu-satunya pencipta yang mengadakan sesuatu dari ketiadaan, Allah berfirman:
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:”Jadilah”. Lalu jadilah ia. (QS. 2:117)
Dialah satu-satunya pemilik sebagaimana Dia adalah satu-satunya pencipta, demikian juga Dia pengatur satu-satunya yang mengatur segala sesuatu. Semua ini diakui oleh kaum musyrikin Makkah, sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an: Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan.” Maka mereka menjawab: “Allah.” Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (QS. 10:31)

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertaqwa?” Katakanlah: “Sipakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS. 23:84-89)
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka :”Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah). (QS. 43:87)
Ini semua menunjukkan imannya kaum musyrikin terhadap Rububiyah Allah, akan tetapi hal ini tidak cukup untuk menyelamatkan mereka. Memang demikianlah, sebab mereka belum merealisasikan iman mereka terhadap Allah sebagai satu-satunya sesembahan.

5. Dalil Sejarah.
Adalah dalil-dalil kekuasaan dan keagungan Allah yang diambil dari peristiwa-peristiwa yang telah berlaku di atas muka bumi.
• Q. 3:137, Sesungguhnya telah lalu beberapa peraturan (Allah) sebelum kamu, maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibatnya orang-orang yang mendustakan agama.
• Q. 7:176, Demikianlah umpamanya kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sebab itu kisahkanlah kisah itu, mudah-mudahan mereka berpikir.
• Q. 12:111, Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu ada ibrah (pengajaran) bagi orang-orang yang berakal.
• Q. 11:120, Setiap riwayat kami kisahkan kepadamu di antara perkhabaran para Rasul supaya Kami tenteramkan hatimu dengannya.
6. Mengagungkan Allah dan MenTauhidkan Allah.
Dari semua dalil-dalil yang dapat dilihat di atas itu adalah berfungsi menguatkan pandangan kita betapa keagungan Allah swt begitu luar biasa dan menundukkan kita sendiri di hadapan keagungan ini. Langsung mencetuskan Tauhidullah yang luar biasa.
• Q. 21:92, Sesungguhnya ini, ummat kamu (hai mukminin) ummat yang satu dan Aku Tuhanmu, sebab itu sembahlah Aku.

Mengenal sifat-sifat Allah swt (مَعْرِفَةُ صِفَاتِ اللهِ)
Bagaimana kita mengenal sifat Allah? Kita dapat mengenal sifat Allah swt melalui:
التَّفْكِيْرُ فِي مَخْلُوقَاتِ اللهِ Tafakkur (memikirkan) ciptaan Allah.
التَّعَلُّمُ مِنْ رُسُلِهِ Belajar dari ajaran yang dibawa para rasul
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini. (45:3-4).
Apa maksudnya kita dapat mengenal sifat Allah melalui tafakkur terhadap ciptaan-Nya? Bila Anda memperhatikan sebuah mobil, Anda dapat memastikan bahwa:
• Logam yang ada pada mobil itu menunjukkan kepada Anda bahwa pembuat mobil tersebut memiliki logam dan kemampuan membentuk logam menjadi bentuk yang sesuai untuk mobil.

• Kaca yang Anda lihat menunjukkan bahwa pembuat mobil itu memiliki kaca serta kemampuan untuk membentuk kaca sesuai kebutuhan mobil (jendela, kaca depan, dll..).

• Begitu pula dengan kabel tembaga …

• Yang tidak kalah penting bahwa mobil tersebut menunjukkan bahwa pembuatnya mempunyai kehendak, dan ilmu untuk membuat mobil.
Apa hubungan antara contoh tadi dengan mengenal sifat Allah swt? Beberapa sifat pembuat mobil dapat kita ketahui melalui produk mobilnya, begitu pula dengan Allah swt (bagi-Nya permisalan yang maha agung, Dia tidak seperti makhluk-Nya) kita dapat mengetahui sebagian sifat-sifat Allah swt melalui tafakkur terhadap ciptaan-Nya.

• Bahwa hikmah (maksud & manfaat) dari setiap makhluk yang diciptakan menunjukkan bahwa Penciptanya memilki sifat Al-Hakim (Maha Bijaksana).

• Bahwa khibrah (ketelitian dan kedalaman) dari penciptaan semua makhluk menunjukkan bahwa Penciptanya memiliki sifat Al-Khabir (Maha dalam dan detil pengetahuan-Nya).
Mungkinkah kita mengetahui seluruh sifat-sifat Allah swt melalui tafakkur terhadap ciptaan-Nya? Tidak mungkin. Mengapa? Bila kita berpikir tentang sebuah mobil, kita mengetahui bahwa pembuatnya memiliki kemampuan, ilmu, ketelitian dan kehendak, dan bahwa ia memiliki materi untuk membuat mobil berupa logam, kaca, dll.. Tapi kita tahu apakah ia dermawan atau bakhil? Tinggi atau pendek? Menyukai kita atau membenci kita, adil atau zhalim?

Demikian juga kita tidak mungkin mengenal semua sifat Allah swt hanya dengan tafakkur, misalnya mengapa Allah menciptakan kita? Dan Mengapa Dia mematikan kita? Kita juga tidak mungkin tahu bahwa Allah adalah:
المَعْبُودُ Al-ma’bud (yang wajib diibadahi),
القُدُّوسُ Al-quddus (Maha Suci),
الأَعْلَى (Maha Tinggi),
الحَسِيْبُ (Maha Menghitung),
الغَفُورُ (Maha Pengampun).
Lalu bagaimana kita mengenal sifat Allah swt yang belum kita ketahui? Melalui para rasul ‘alaihimus salam yang telah mengajarkan kepada kita apa yang dikehendaki Allah untuk kita ketahui.
“dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.” (2:255).

Kesimpulan (الخُلاَصَةُ)
• Mobil dan pesawat terbang yang bergerak terarah sesuai rutenya menunjukkan adanya supir atau pilot
• Matahari, bulan, bintang, planet, malam dan siang yang bergerak teratur pasti menunjukkan adanya Zat yang Maha Mengatur, Allah swt.
• Seandainya Allah swt tidak ada, maka alam semesta ini pasti tidak ada.
• Bahwa mobil yang terdiri dari bahan pembentuknya menunjukkan bahwa pembuatnya memiliki semua bahan-bahan itu, bahwa ia memilki kehendak, ilmu dan kemampuan untuk membuat mobil dengan baik.
• Alam semesta yang sempurna menunjukkan bahwa Allah memiliki semua sifat-sifat kesempurnaan, manfaat dan hikmah yang dimiliki setiap makhluk menunjukkan bahwa Dia adalah AL-Hakim (Maha Bijaksana), kekuatan yang dimiliki oleh makhluk sebagai bukti bahwa Dia Maha Kuat.
• Allah swt mengutus kepada kita rasul-Nya untuk mengajarkan hal-hal yang tidak dapat kita ketahui hanya melalui tafakkur, seperti perintah & larangan-Nya, apa saja yang Dia ridhai atau murkai.

Nah itulah - Penjelasan Lengkap Tentang Sifat Allah (Wujud) - semoga bermanfaat.
readmore »»  

Minggu, 22 Juli 2012

Cara Agar Keluarga Menjadi Sakinah, Mawaddah, Warahmah

Cara agar menjadikan keluarga yang sakinah Mawaddah Warahmah - Cara Agar Keluarga Menjadi Sakinah, Mawaddah, Warahmah - Bagaimana caranya agar keluarga jadi sakinah - Tips menjadikan keluarga sakinah mawaddah marahmah.

Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan rumah tangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan berkah. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan, percerian, dan juga derita.

Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan harapan, tapi butuh kesungguhan. Mengerahkan segala kemampuan untuk mewujudkannya. Butuh kerja keras dan kemauan yang kuat untuk mewujudkannya.

Berikut Cara Agar Keluarga Menjadi Sakinah, Mawaddah, Warahmah :
  • Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud , keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia, terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT kelak di surga. Jadikan berkumpulnya anggota keluarga di surga sebagai motivasi dalam meningkatkan amal ibadah.
  • Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Bekali anak-anak sedari kecil dengan ilmu dan jadilah orang tua yang senantiasa menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.
  • Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Kita harus tahu persis, semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar menjadikan kekayaanya saling menasehati, saling memperbaiki, serta saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Setiap koreksian bahkan pujian yang diberikan oleh keluarga pada kita patut kita syukuri. Kenapa? Karena mereka adalah bagian terdekat kita, paling tahu keseharian kita seperti apa. Sehingga kritikan, koreksian, nasihat yang diberikan, dan bahkan pujian adalah lebih dekat pada keadaan diri kita yang sebenarnya.

    Banyak orang yang terpedaya oleh pujian dari orang lain. Jika mendapat sanjungan dari guru sebagai murid teladan, itu penilaian semu, guru tidak tahu keadaan kita. Kalau kita mendapat penghargaan dari pemimpin, pemimpin tahu apa? Dia tidak tahu keseharian kita. Dengan demikian , kalau ingin mengukur penghargaan yang sebenarnya, lihat dari tanggapan orang yang paling dekat dengan kita. Kalau seorang suami bisa memuji atau seorang istri memuji suami, begitupun dengan seorang anak memuji orang tuanya, itu patut kita syukuri. Karena itu dekat dan tahu keseharian kita. Apabila sebuah keluarga mulai saling menasehati, maka keluarga bagaikan cermin yang akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga.
  • Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga kita sebagai contoh bagi keluarga yang lain. Berbahagialah jika keluarga kita dijadikan contoh teladan bagi keluarga yang lain. Itu berarti, masing-masing anggota keluarga senantiasa menuai pahala dari setiap orang yang berubah karena kita sebagai jalan kebaikannya. Saling berlomba-lombalah dalam memunculkan kemuliaan di keluarga.
Nah Itulah Cara Agar Keluarga Menjadi Sakinah, Mawaddah, Warahmah, semoga bermanfaat..
readmore »»  

Perayaan Nuzulul Qur'an Nabi Muhammad SAW

Perayaan Nuzulul Qur'an Nabi Muhammad SAW - Doa doa ketika datangnya nuzulul qur'an - bacaan doa saat nuzulul qur'an - Pada bulan suci Ramadhan ini, banyak dari umat Islam di sekitar anda merayakan dan memperingati suatu kejadian bersejarah yang telah merubah arah sejarah umat manusia. Dan mungkin juga anda termasuk yang turut serta merayakan dan memperingati kejadian itu. Tahukah anda sejarah apakah yang saya maksudkan?

Kejadian sejarah itu adalah Nuzul Qur’an; diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. البقرة 185

“Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al Baqarah: 185)

Peringatan terhadap turunnya Al Qur’an diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara, ada yang dengan mengadakan pengajian umum. Dari mereka ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, anasyid dan lainnya. Dan tidak jarang pula yang memperingatinya dengan mengadakan pesta makan-makan.

Pernahkan anda bertanya: bagaimanakah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabatnya dan juga ulama’ terdahulu setelah mereka memperingati kejadian ini?

Anda merasa ingin tahu apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Simaklah penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu tentang apa yang beliau lakukan.

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari)

Demikianlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bermudarasah, membaca Al Qur’an bersama Malaikat Jibril alaihissalam di luar shalat. Dan ternyata itu belum cukup bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau masih merasa perlu untuk membaca Al Qur’an dalam shalatnya. Anda ingin tahu, seberapa banyak dan seberapa lama beliau membaca Al Qur’an dalam shalatnya?

Simaklah penguturan sahabat Huzaifah radhiallahu ‘anhu tentang pengalaman beliau shalat tarawih bersama Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:

الله أكبر ذُو الجَبَرُوت وَالْمَلَكُوتِ ، وَذُو الكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir. Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. …. Sejak usai dari shalat Isya’ pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat.” (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)

Demikianlah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingati turunnya Al Qur’an pada bulan ramadhan, membaca penuh dengan penghayatan akan maknanya. Tidak hanya berhenti pada mudarasah, beliau juga banyak membaca Al Qur’an pada shalat beliau, sampai-sampai pada satu raka’at saja, beliau membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa’, atau sebanyak 5 juz lebih.

Inilah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan, dan demikianlah cara beliau memperingati turunnya Al Qur’an. Tidak ada pesta makan-makan, apalagi pentas seni, nyanyi-nyanyi, sandiwara atau tari menari.

Bandingkan apa yang beliau lakukan dengan yang anda lakukan. Sudahkah anda mengetahui betapa besar perbedaannya?

Anda juga ingin tahu apa yang dilakukan oleh para ulama’ terdahulu pada bulan Ramadhan?

Imam As Syafi’i pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al Qur’an sebanyak enam puluh (60) kali.

Anda merasa sebagai pengikut Imam As Syafi’i? Inilah teladan beliau, tidak ada pentas seni, pesta makan, akan tetapi seluruh waktu beliau diisi dengan membaca dan mentadaburi Al Qur’an.

Buktikanlah saudaraku bahwa anda adalah benar-benar penganut mazhab Syafi’i yang sebenarnya.

Al Aswab An Nakha’i setiap dua malam menghatamkan Al Qur’an.

Qatadah As Sadusi, memiliki kebiasaan setiap tujuh hari menghatamkan Al Qur’an sekali. Akan tetapi bila bulan Ramadhan telah tiba, beliau menghatamkannya setiap tiga malam sekali. Dan bila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau senantiasa menghatamkannya setiap malam sekali.

Demikianlah teladan ulama’ terdahulu dalam memperingati sejarah turunnya Al Qur’an. Tidak ada pesta ria, makan-makan, apa lagi na’uzubillah pentas seni, tari-menari, nyanyi-menyanyi.

Orang-orang seperti merekalah yang dimaksudkan oleh firman Allah Ta’ala:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاء وَمَن يُضْلِلْ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ . الزمر23

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Qs. Az Zumar: 23)

Dan oleh firman Allah Ta’ala:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {2} الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ. الأنفال 2-4

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka, Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia.” (Qs. Al Anfaal: 2-4)

Adapun kita, maka hanya kerahmatan Allah-lah yang kita nantikan. Betapa sering kita membaca, mendengar ayat-ayat Al Qur’an, akan tetapi semua itu seakan tidak meninggalkan bekas sedikitpun. Hati terasa kaku, dan keras, sekeras bebatuan. Iman tak kunjung bertambah, bahkan senantiasa terkikis oleh kemaksiatan. Dan kehidupan kita begitu jauh dari dzikir kepada Allah.

Saudaraku! Akankan kita terus menerus mengabadikan keadaan kita yang demikian ini? Mungkinkah kita akan senantiasa puas dengan sikap mendustai diri sendiri? Kita mengaku mencintai dan beriman kepada Al Qur’an, dan selanjutnya kecintaan dan keimanan itu diwujudkan dalam bentuk tarian, nyayian, pesta makan-makan?

Kapankah kita dapat membuktikan kecintaan dan keimanan kepada Al Qur’an dalam bentuk tadarus, mengkaji kandungan, dan mengamalkan nilai-nilainya?

Tidakkah saatnya telah tiba bagi kita untuk merubah peringatan Al Qur’an dari pentas seni menjadi bacaan dan penerapan kandungannya dalam kehidupan nyata?
*******

Sekian artikel saya ini tentang - Perayaan Nuzulul Qur'an Nabi Muhammad SAW - semoga bermanfaat.
readmore »»  

Kumpulan Amalan Doa di Bulan Ramadhan

Doa Harian Selama Bulan Ramadhan - Anjuran dan Keutamaan Do'a Di Bulan Ramadhan - DO'A-DO'A DI BULAN RAMADHAN LENGKAP - Doa Doa Puasa Di Bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia bagi umat Islam. Karena di dalam bulan itu terdapat banyak sekali pahala dan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT. Bahkan juga bulan ramadhan disebut-sebut adalah bulannya al-qur'an atau bulan diturunkannya kitab suci alqur'an.

Sedikit cerita, Jauh sebelum jaman nabi muhammad yaitu pada saat jaman nabi musa as, allah telah berfirman "sesungguhnya aku telah turunkan 2 cahaya dan 2 kegelapan pada nabi muhammad," lalu nabi musa bertanya, ya tuhan ku, apakah 2 cahaya yang engkau maksudkan itu?
Allah SWT pun menjawab "2 cahaya yang aku turunkan adalah cahaya Ramadhan dan cahaya al'quran" lalu apakah 2 kegelapan itu ya Rob? tanya nabi musa lagi.
Allah pun menjawab " sesungguhnya 2 kegelapan itu adalah cahaya kubur dan cahaya kiamat.

Nah mungkin cerita diatas adalah untuk mengingatkan kita bahwa sesungguhnya amalan alqur'an pada saat bulan ramadhan akan menolong kita dari gelapnya di alam kubur dan kiamat..

Itulah sedikit gambaran tentang ramadhan yang saya dapat dari sumber, Sebaiknya selama bulan Ramadhan kita mengisi dengan berbagai amalan-amalan sunnah. Di antaranya adalah amalan do’a dan dzikir. Di bawah ini ada sebagian amalan do’a dan dzikir di bulan Ramadhan yang dapat kita lakukan, untuk mengharap pahala dan ridho dari Allah SWT.

Dzikir Ketika Melihat Hilal
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat hilal beliau membaca:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah.” [Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah] (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ad Darimi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan karena memiliki penguat dari hadits lainnya)

Ucapan Ketika Dicela atau Diganggu Orang Lain
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).
An Nawawi mengatakan, “Termasuk yang dianjurkan adalah jika seseorang dicela oleh orang lain atau diajak berkelahi ketika dia sedang berpuasa, maka katakanlah “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“, sebanyak dua kali atau lebih. (Al Adzkar, 183)

Do’a Ketika Berbuka Puasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka membaca,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah [Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah]” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Adapun mengenai do’a berbuka yang biasa tersebar di tengah-tengah kaum muslimin: “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu…” perlu diketahui bahwa ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482.

Namun hadits-hadits yang membicarakan hal ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta oleh para ulama pakar hadits. (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy)

Do’a Kepada Orang yang Memberi Makan dan Minum
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan:

أَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى


“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku].” (HR. Muslim no. 2055)

Do’a Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ


“Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo'akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Do’a Setelah Shalat Witir
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pada saat witir membaca surat “Sabbihisma Robbikal a’laa..” (surat Al A’laa), “Qul yaa ayyuhal kaafiruun..” (surat Al Kafirun), dan “Qul huwallahu ahad..” (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil qudduus“, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ


“Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik [Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri].” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Do’a di Malam Lailatul Qadar
Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى


“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
*****
Itulah Kumpulan Amalan Doa di Bulan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita kita senantiasa bertambah mendapatkan pahala yang berlipat ganda dengan mengamalkannya di bulan suci Ramadhan ini. Amin..amin.. Yaa Robbal ‘Alamin.

[Sumber]
readmore »»  

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu - Kali ini saya mau posting Artikel Islam tentang bagaimana Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu. Berikut doa yang harus dibaca : 

Bismillaahirrah maa nir rahiim - alhamdulillahi rab bil 'aalamiin
Allahuhmma shalli 'ala saiy yidanaa Muhammadin
Wa 'alaa aalihi wa shahbihi wasallam.
Allahummag firlii waliwa lidaiy ya - warhamhumaa kamaa rab bayaanii shaghiraa.

Rabbanaa laa tuzig quluu bana ba'da idz hadaitanaa
Wa bahlanaa mil ladunka rahmatan innaka antal wah haab.

Rab banaa zhalamnaa anfusanaa wa illam tagfirlanaa
Watar hamnaa lanakuu nan naminal khaa siriin.

Rabbanaa hab lanaa min azwaajina wa zurriy yatinaa
Qur rata a'yun waj 'alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Allahum ma a'innii 'alaa dzikrika wa husni 'ibaadatika.

Allahum ma rabbanaa taqabbal minna shalaatanaa
Wa shi yaa manaa wa rukuu 'anaa wa sujuudanaa
Wa qu 'uudanaa wa tazharru 'anaa
Watakhasysyu 'anaa wa ta 'abbudanaa
Wa tammim taq shiiranaa yaa Allah ya rabbil 'aalamiin.

Allaahum ma innaa nas aluka ridhaaka wal jannah
Wana 'uuzubika min sakhatika wannaar.

Allaahum ma innaa nas aluka salaamatan fiddiin
Wa 'aafiatan filjasadi wa ziyatan fil ilmi wa barakatan fil rizqi
Wa taubatan qablalmaut wa rahmatan 'indalmaut
Wa magfiratan ba 'dalmaut allahumma haw win 'alaina fii sakaraatil maut
Wan najaati minan naar wal 'afwaa 'indal hisaab.

Rabbanaa laatu aakhidznaa inna siinaa aw akhtha'na
Rabbanaa walaa tahmil 'alainaa ish rankamaa hamal tahu 'alalladzii na minqablinaa
Rabbanaa walaa tuham milnaa maa laa thaaqatalanaa
Bih wa' fu 'annaa waghfirlanaa warhamnaa antamaulaanaa
Fan shurnaa 'alal qaumil kaafiriin.

Rab banaa inna naa sami' naa munaa diyayyunaa
Dil lil imaani an aaminuu birab bikum fa aamannaa
Rabbanaa faghfirlanaa dzunuu banaa wa kaffir 'annaa
Saiy yi aatinaa wa tawaffanaa ma 'al abraar
Rabbanaa wa aatinaa maa wa 'attanaa 'alla rusulika
Walaa tukh zinaa yau mal qiyaamah innaka laa tukh liful mii 'aad.

Rab banaa aatinaa fiddun yaa hasanah
Wafil aakhirati hasanah waqinaa 'adzaaban naar
Wa shal lallaahu 'alaa saiy yidinaa Muhammad
Wa 'alaa aalihii washahbihi aj ma'iin
Subhaa na rab bika rabbil 'izzati 'am maa ya shifuun
Wasalaamun 'alal mursaliin wal hamdulillaahi rabbil 'aalamiin.

Nah itulah Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu, semoga bermanfaat dan amal ibadah kita senantiasa bertambah..
readmore »»  

Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib 5 Waktu

Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib 5 Waktu - Bacaan Dzikir Setelah Selesai Shalat Wajib 5 Waktu - bagaimana doa dzikir setelah selesai shalat - Doa dan Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib 5 Waktu - Bacaan Dzikir Setelah Shalat - doa dzikir setelah shalat ( bahasa indonesia ).

Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib 5 Waktu
Astagfirullaahal 'azhiim Alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qaiyyuum wa atuubu ilaihi. 3x.
Laa ilaaha illallahu wahdahu laasyariikalah Lahul mulku walahul hamdu yuah yii wa yumiitu wahua 'alla kulli syai 'in qadiir

Allaahum ma antas salaam - waminkas salaam Fa ilaika ya 'uudus salaam Fahayyina rabbanaa bis salaam Wa adkhilnal jan nataka daaras salaam Tabaa rakta rabbanaa wa ta 'aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam.

Alfatihah....

Illahi ya rabbi Subhaanallaah 33x.

Subhaanallahil wabi hamdihi daa a iman wama badatan Alhamdulillaah 33x

Alhamdulillahi rabbil 'alamin walla kuli halin wanimatin Allahu akbar 33x.

Allahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsii raw Wasubhaa nallaahi bukrataw wa ashiila Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalah Lahul mul kualahul hamdu yuah yii wa yumiitu Wahuwa 'alaa kulli syai inqadiir Laa haula walaa quw wata illaa billa hil 'aliy yil 'azhiim.

Allahumma laa mania, limaa a'thaita, wa laa mu'thia limaa mana'ta, walaa ra adha limma qadlaita, walla yanfa'u dzal jaddi minkal jadduu.

Kalau mau nambah induk/penghulu Istighfar:
Allahumma anta rabbi Laa ilaaha allaa anta khalaqtani Wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mas tatha'tu A'uudzubika min syarrimaa shana'tu Abuu ulaka bini'matika 'alayya Wa abuu u bidzambii fagfirlii Fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.

Allahumma ainnii 'alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni 'ibadatik.

Qul a'uudzu birabbil falaq, wa min syarri maa khalaq, wa min syarri ghasiqin idzaa waqab, wa min syarrin naffatsaati fil 'uqad, wa min syarri haasidin idza hasad' Qul a'uudzubirabbin naas, malikinnaas, ilaahinnaas, min syarril waswaasil khannaas, alladzi yuwas wisuffi shudurinnaas, minaljinnati wannaas.

Allahu laa ilaha illa huwal haiyyul qa yyuum Laata' khudzuhuu sinatuw walaa naum Lahuu maa fissamawaati wamaa fil ardhi Mandzalladzii yasfa'u 'indahu illaa bi idznih Ya 'lamu maa baina aidziihim wamaa khalfahum Walaa yuhiithuuna bisyai in min 'ilmihi illaa bimaa sya' Wasi'a kursiyyuhussamaawaati wal ardha Walaa ya uuduhu hifdzuhumaa wahuwal 'aliyyul 'adhiim.

Laa ilaaha illallahu wahdahu laasyariikalah Lahul mulku walahul hamdu yuah yii wa yumiitu wahua 'alla kulli syai 'in qadiir.

Penutup dzikir:
Laa haula walaa quwwata illaa billaah, walaa na' budu illaa iyyaah, ahlanni' mati walfadhli watstsanaa ilhasan, laa ilaaha illallahu mukhlishiina lahuddin, walau karihalkaafirrun.

Biasa Rasulullah s.a.w. membaca zikir dibawah ini 10 kali sesudah sholat Maghrib dan Shubuh sebelum beliau berpaling atau bersela :

Zikir itu ialah:

Laa ilaaha ilallah, wahdahu laa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahua 'alaa kulli syai 'in qadiir 10x.

DOA DAN WIRID SETELAH SHALAT SUBUH DAN MAGHRIB.
La ilaha ilallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu biyadihil khairu wahuwa 'ala kulli syai'in qadiir.

Allahumma ajirnii minna nar 7x.

Astaghfirullah 10x.

Astaghfirullahhal 'adziim alladzi la ilaha illahuwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.

IV. WIRID BADA SHALAT LIMA FARDLU:
Allahumma antassalam waminkassalam, wailaika ya' udus salam, fahayyina rabbana bissalam, wa adkhilna jannataka darassalam, tabarakta rabbana wata' alaita ya dzal jalali wal ikram, sami'na wa atha'na ghufranaka rabbana wa ilaikal mashiir.

Allahumma la mani'a lima a'thaita wala mu'thiya lima mana'ta wala radda lima qadlaita, wala yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin 'abdika warasulika nabiyyil ummiyyi wa' ala alihi washahbihi wassallim.

Kullama dzakarakadz dzakirun, waghafala' an dzikrikal ghafilun.

Allahumma a'inna 'aladzikrika wa syukrika wa husni 'iba' datik. 3x

Subhana mal la ya' lamu qadrahu ghairahu wala yablughul wa shifuna shifatahu subhana rabbiyal a'lal wahhab.

Subhanallah 33x. 

Alhamdulillah 33x. 

Allahu akbar 33x. 

La ilaha illallah wahdahu la syariika lahu. Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu biyadihil khairu wahuwa 'ala kuli syai' in qadiir.

V. DOA I:
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillahirabbil 'aalamiin Washshalatu wassalaamu 'alaa asyrafil ambiyaai wal mursallin.
Wa 'alaa aalihi washahbihi ajma'iin.
Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa waliwaalidaina warhamhumaa kamaa rabghayaanaa shaghiraa.

Rabbanaa zholamna anfusanaa wa inlam taghfirlana wa tarhamnaa lanakuunanna minal ghaasiriin.

Rabbanaghfir lanaa waliwaalidiinaa wali jamii'il muslimiina wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'mininaati al ahyaa'i minhum wal amwaati

- innaka 'alaa kulli sya'i in qadiir.

Rabbanaa taqobbal minna shalaatana waqiaamanaa waruku' anaa wasujuudanaa wadu' aa anaa.

Rabbana taqabbal minna innaka antassamii' ul 'aliim.

Allahumma inna na 'uudzubika min 'ilmin laayanfa'u wamin qolbin layakhsya'u.

Wamin du' aain laa yasmu' wamin nafsin laa tasyba'.

Allahumma innaa nas aluka 'ilman naafi'an wa 'amalan shalihan baqbuulan warizqan wasi'an halalan thayyib..

Allaahum ma innaa nas aluka salaamatan fiddiin Wa 'aafiatan filjasadi wa ziyatan fil ilmi wa barakatan fil rizqi Wa taubatan qablalmaut wa rahmatan 'indalmaut Wa magfiratan ba'dalmaut allahumma hawwin 'alaina fii sakaraatil maut Wan najaati minan naar wal 'afwaa 'indal hisaab.

Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa 'adzaabannaar.

PENUTUP DOA
Subhaana rabbika rabbil 'izzati 'ammaa yashifuuna wasalaamun 'alalmursalin.

Walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Subhaanakallaahumma watahiyyatuhum fiiha salam Wa aakhiru da' waahum alhamdulillahi rabbil 'aalamiin.

DOA II:
Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin, hamdan yuwaafii ni'amahu wayukaafii maziidahu.

Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghii lijalaali wajhika wa'azhiimi sulthaanika.

Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa'alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaataana Washi yaamanaa warukuu 'anaa wasujuudanaa Waqu 'uudanaa watadlarru 'anaa, Watakhasysyu 'anaa - wata 'abbudanaa Watammim taqshiiranaa Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wainlam taghfir lanawatarhamnaa Lanakuunanna minal khaasiriin.

Rabbanaa walaa tahmil 'alainaa ishran kamahamaltahuu 'alal ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqatalanaa bihi wa'fu 'annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin.

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idzhadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.

Rabbanaghfir lanaa waliwaalidiinaa wali jamii'il muslimiina wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'mininaati al ahyaa'i minhum wal amwaati
- innaka 'alaa kulli sya'i in qadiir.

Rabbanaa aatinaa fiddun ya hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa 'adzaaban naar.

Allaahummaghfir lanaa dzunuubanaa wakaffir 'annaa sayyi aatinaa watawaffanaa ma 'alabraari.

Subhaana rabbika rabbil 'izzati 'ammaa ya shifuuna wasalaamun 'alal mursaliina wal hamdu lillaahi rabbil 'aalamiina.

Astagfirullaahal 'azhiim Alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qaiyyuum wa atuubu ilaihi 3x.

Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita Walaa mu'thia limaa mana'ta Walaa ra adhdha limaa qadhaita Walaa yanfa'uu dzaljaddi minkaljaddu.

Kalau mau, teruskan dengan membaca Induk/Penghulu Istigfar yang dibawah ini:

Allahumma anta rabbi Laa ilaaha allaa anta khalaqtani Wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mas tatha'tu A'uudzubika min syarrimaa shana'tu Abuu ulaka bini'matika 'alayya Wa abuu u bidzambii fagfirlii Fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.

Kalau mau tambah lagi, teruskan dengan membaca ayat Kursi.

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum Laa tak khudzuhu sina tuw walaanauum Lahuu maa fissamaa waati wamaa fil ardhi Mandzalladzii yasy fa'u 'indahuu illaa bi idznih Ya'lamu maa baina ay diihim wamaa khalfahum Walaa yuhii thuu na bisyai im min 'ilmihi illaa bimaa syaak Wasi'a kursiy yuhus samaa waati wal ardha Walaa ya uuduhu hifzhu humaa wa huwal 'aliy yul ' azhimm. (Al-baqarah 255).

Diteruskan dengan Tasbih, yaitu membaca

Subhaanallaah [33x] Maha Suci Allah

Al hamdulillaah [33x] Segala Puji bagi Allah

Allaahu Akbar [33x] Allah Maha Besar

Allahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsii raw Wasubhaa nallaahi bukrataw wa ashiila Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalah Lahul mul kualahul hamdu yuah yii wa yumiit Wahuwa 'alaa kulli syai inqadiir Laa haula walaa quw wata illaa billa hil 'aliy yil 'azhiim.

Nah itulah Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib 5 Waktu, semoga bermanfaat.
readmore »»