Silahkan tunggu dalam 15 detik.

Download Timer
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Kabar Baik

Ada banyak cara orang mengatasi kesedihan karena kegagalan. Salah satunya adalah dengan melihat sisi positif dari kegagalan itu, seperti pengalaman anak berikut ini....,
------------------------------------------------------------

"Tahun ini ada kabar baik, Ayah!" ujar seorang anak yang baru saja
menerima hasil pengumuman kelulusan SMP kepada ayahnya.

"Kabar baik apa?" tanya ayahnya.

"Pokoknya Ayah tidak perlu pusing memikirkan biaya saya untuk masuk SMU." jawab sang anak

"Apa kau lulus dengan nilai yang bagus dan mendapat beasiswa?" tanya ayahnya dengan wajah yang berbinar-binar.

"Bukan Ayah! Saya ... tidak lulus!!" jawab anaknya dengan santai.

Ayah: Gedubrakkk!!!

----------------------------------------------------------
"Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan
yang terpenuhi adalah pohon kehidupan." (Amsal 13:12)
----------------------------------------------------------

Sumber: Ekstra Tawa Reformasi (oleh: John Tanjung), p. 31
disadur dari : www.sabda.org (198)
readmore »»  

Empat Biarawan

Salam damai....
Nggak ada komentar deh buat joke dibawah ini....Tapi kayaknya sih bisa
bikin "perut mules"....(karena kebanyakan ketawa).
==============================

Empat orang biarawan diijinkan untuk pergi bermalam minggu oleh
Pastur, namun harus melaporkan hal apa saja yang telah mereka lakukan.
Keesokannya ....

Biarawan I : "Pastur semalam saya telah berdosa karena menonton film,
yang tidak sepantasnya di tonton"
Pastur : "Dosamu telah diampuni, karena kamu telah mengaku,
Sekarang pergi dan minumlah air suci!"

Mendengar hal itu si Biarawan IV, yang berada di urutan paling
belakang, tersenyum kecil.

Biarawan II : "Pastur, semalam saya berdosa karena saya tidak hati-
hati mengendarai motor sehingga menabrak seekor anjing
dan membunuhnya!"
Pastur : "Dosamu telah diampuni, karena kamu telah mengaku,
Sekarang pergi dan minumlah air suci!"

Biarawan IV, kembali tersenyum, diikuti dengan tertawa "he..he..
he...he...he..."

Biarawan III: "Pastur semalam saya berdosa karena tidak sengaja
melihat tetangga saya sedang mandi"
Pastur : "Dosamu telah diampuni, karena kamu telah mengaku,
Sekarang pergi dan minumlah air suci!"

Biarawan IV tidak tahan lagi tertawa makin keras, "Hua...ha...ha..."

Pastur : "Mengapa kamu tertawa seperti itu, Apa yang kamu
lakukan semalam?"
Biarawan IV : "Saya buang air kecil di tempat air suci, Pastur!"

---------------------------------------------------------------------
Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari,
jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan
dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. (Roma 13:13)
---------------------------------------------------------------------
Kiriman dari Totok (christianto(at))


disadur dari : www.sabda.org (177)
readmore »»  

Ketika Laki-laki Berbohong

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. "Nyak nyak minyaaak..." ,teriaknya.

Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Plung ... lap ... tenggelam deh ceritanya....

Huuu ... huuu ... menangislah dia ... "Harus kuberi makan apa istriku nanti ... huuu...." Tiba-tiba ... seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya :

"Hai,BAJURI ... kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu ?"

Ternyata ... namanya BAJURI ... tahu juga ya itu Malaikat ... "Oh, Malaikat ... gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai...."

"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu...."

Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan ... "Inikah punyamu?" tanya Malaikat....

"Bukan ... gerobakku tidak sebagus itu ... mana mungkin penghasilan saya yang 20 juta sebulan bisa beli kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit"

Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu. "Inikah punyamu?" tanyanya lagi.

"Bukan, hai Malaikat yang baik ... Punyaku cuma dari besi biasa ... botolnya juga botol biasa ...." Lalu Malaikat itu pergi lagi ... dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol Si BAJURI.

"Inikah punyamu?"

"benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah mengambilkannya untukku".

Malaikat berkata", Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu sebagai hadiah ... aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu...."

"???????? ... terima kasih ya Tuhan ... terima kasih ya Malaikat...."

Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama ... Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari ... Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut...

"Huuu ... huuu ... istriku ... di mana engkau ....", isaknya....

Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi ... "Kenapa lagi engkau, ya BAJURI ?"

"Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat ..."

"Ohhh ... tenang ... aku ambilkan...."

Plash ... Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach ... yang ada tato mawar di perutnya ... "Inikah istrimu?" tanya Malaikat....

"Betul, Malaikat ... dialah istriku...."

"Haaaaaa ... BAJURI!!!" Malaikat membentak marah. "Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"

Sambil bergetar dan berjongkok ... BAJURI berkata :

"Ya, Malaikat ... kalau aku jujur ... nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella Saphira ... kalau kubilang lagi bukan ... maka engkau akan menghilang lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya ... Lalu ... engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali ... dan engkau akan memberikan ketiga-tiganya kepadaku... Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya ... apalagi tiga-tiganya???" Malaikat pun termangu & bengong....

"Benar juga kamu ... kamu realistis ..."


di kirim oleh : Liquid Yahoo
readmore »»  

Pose Foto Dengan Gaya Alami

Di suatu acara kelulusan SD seorang ibu sedang mencoba memotret anaknya yang baru lulus SD. Sang ibu menyuruh sang Ayah untuk ikut berpose bersama dengan si anak, dan memberi beberapa instruksi.

"Ayo ... bergayalah dengan gaya yang alami, jangan terkesan dibuat-buat," kata ibu.

"Nak ... rangkullah ayahmu, lingkarkan tanganmu di bahu ayahmu."

Lalu sang ayah menyahut, "Ibu ini macam-macam aja. Kalau mau gaya kami terlihat alami, kenapa tidak kau suruh anak kita untuk menaruh tangannya di dompetku."

----------------------------------------------------------------------
"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura!
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." (Roma 12:9)
----------------------------------------------------------------------


Sumber: Saturday's Humor -- ncantafio(at)
readmore »»  

Senin, 07 Mei 2012

Seorang Nenek Di Kantor Pos

Kalau menghadapi nenek-nenek emang susah ya ...
apalagi nenek yang satu ini. Udah ditolongin tapi malah ....

======================
Di sebuah kantor pos seorang nenek ingin mengirim surat kepada cucunya. Karena ia lupa membawa kacamata, akhirnya ia meminta tolong seorang petugas di loket kantor pos untuk membantunya.

Nenek berkata, "Bisakah anda membantu menuliskan alamat pada amplop ini?".

Setelah petugas loket menuliskan alamatnya, nenek itu berkata lagi, "Bisakah anda membantu menuliskan suratnya ?"

Setelah menuliskan surat itu dengan penuh ketulusan dan sukacita, bertanyalah sang petugas kantor pos kepada si nenek, "Apa lagi yang bisa saya bantu, Nek?"

Kemudian nenek berkata, "Tolong tambahkan di bawah suratnya,
NB: Maaf, tulisannya jelek."

----------------------------------------------------------------------
"Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan,
kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya." (Amsal 17:13)
----------------------------------------------------------------------


Sumber : www.sabda.org
readmore »»  

Surat untuk Ayah

Hmmmm...jadi mahasiswa emang harus cerdik ya...??!!
apalagi kalau urusan minta sesuatu ke orang tua, ada aja akalnya....

------------------------------------------------------

Seorang mahasiswa semester XII menulis surat kepada ayahnya :

>Halo Ayah,
>Aku merasa tidak enak karena terus menerus menulis surat kepada Ayah untuk meminta uang. Aku merasa malu dan sedih. Aku harus meminta uang sebesar Rp 500.000,00 kepada Ayah, walaupun setiap bagian dalam tubuhku memberontak. Aku meminta dengan tulus dari hatiku yang paling dalam, Ayah mau memaklumi dan memaafkan aku.

>Salam dari ananda,
>Tommy.

>NB: Aku merasa berat hati untuk mengirimkan surat ini, jadi aku coba untuk mengejar tukang pos yang mengambil surat ini dari dalam kotak surat. Aku mau mengambil kembali surat ini dan membakarnya, karena surat ini pasti menyusahkan hati Ayah. Aku berdoa dalam hati agar aku bisa mendapatkan surat ini kembali, tapi sudah terlambat.
----------------------------------------------------------------
Beberapa hari kemudian dia menerima balasan surat dari ayahnya yang berisi kalimat pendek,

>Untuk Tommy,

>"Nak, doamu sudah dikabulkan. Suratmu tidak pernah kuterima"

>Dari Ayahmu.

----------------------------------------------------------------------
"Anak yang bijak menggembirakan ayahnya,
tetapi orang yang bebal menghina ibunya." (Amsal 15:20)
----------------------------------------------------------------------

Sumber: LABLaughs(at)LABLaughs.com
readmore »»