Silahkan tunggu dalam 15 detik.

Download Timer
Tampilkan postingan dengan label TIPS BAYI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS BAYI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2011

TIPS MEMILIH BABYSITTER UNTUK IBU BEKERJA


#larsen17 - 


Bagi ibu bekerja yang tinggal berjauhan dengan orangtua atau saudara, pilihan satu-satunya untuk mengurus anak adalah dengan bantuan babysitter. Bagaimana memilih babysitter yang tepat?

Dikutip dari Baby Center, carilah babysitter yang punya usia cukup dewasa, namun masih bisa berinteraksi dengan menyenangkan saat bersama anak-anak. Berapa usia yang tepat untuk si babysitter? Anda sendirilah yang bisa menentukannya dilihat dari kemampuan babysitter tersebut.

Saat memilih babysitter, pastikan Anda juga punya referensi. Kalau memang tidak ada, ibu bisa mengetes kemampuannya. Paling utama dia harus tahu bagaimana melakukan pertolongan pertama saat anak terluka.

Babysitter yang Anda pilih haruslah orang yang memang Anda percaya untuk menangani situasi darurat. Dia akan tahu bagaimana harus bertindak saat situasi itu terjadi dan siapa yang harus dihubunginya.

Saat memilih babysitter, ada beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan padanya. Jawaban dari pertanyaan yang Anda berikan itu bisa menjadi referensi apakah dia memang layak atau tidak Anda pekerjakan. Pertanyan-pertanyaan itu di antaranya:

- Apakah dia punya pengalaman mengurus anak-anak?
- Kenapa dia suka atau senang mengurus anak-anak?
- Aktivitas apa saja yang bisa dia lakukan bersama anak?
- Punyakah dia pengalaman darurat saat bersama anak-anak?
- Bagaimana cara dia menenangkan anak yang menangis?

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, tentu Anda bisa menambahkan pertanyaan sendiri. Perlu diingat, tidak ada pertanyaan yang Anda rasa tidak relefan apabila terkait keselamatan dan kesehatan anak.

Setelah tahu bagaimana cara memilih babysitter, yang terkadang terlintas di pikiran ibu bekerja adalah berapa bayaran pengasuh anak tersebut? Gaji babysitter berbeda-beda tentunya, tergantung pada beberapa faktor, apakah dia tinggal bersama Anda, seberapa banyak tanggungjawabnya, berapa usianya, dan lain-lain.

Sebagai referensi soal gaji ini Anda bisa bertanya pada teman atau tetangga yang juga mempergunakan jasa babysitter. Bisa jadi babysitter yang Anda pilih juga telah memiliki standar gaji sendiri. Standar tersebut biasanya sudah ditetapkan oleh yayasan tempatnya bernaung, jika memang Anda mendapatkan si babysitter dari yayasan.

Gaji sudah sepakat dan babysitter siap bekerja, tentu Anda harus memberinya banyak instruksi sebelum Anda tinggal bekerja. Beri dia waktu beberapa hari untuk mengenal anak, rumah, dan Anda serta suami. Anda pastinya juga harus memperhatikan dulu bagaimana dia menghabiskan waktu dengan anak. Saat si babysitter bermain atau mengurus si kecil, Anda bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengurus pekerjaan rumah lainnya.

Sejak jauh-jauh hari, Anda juga harus memberitahu padanya semua informasi yang penting, seperti nomer telepon darurat (nomer Anda, kantor dokter atau orangtua). Pastikan babysitter tahu kapan biasanya Anda mengajak si kecil tidur, makan, mandi dan semua aktivitas lainnya. Informasikan apa saja yang anak Anda bisa dan tidak bisa lakukan di kesehariannya.

Setelah dia bekerja dan Anda melihat pekerjaannya memuaskan, tentu Anda harus menjaga hubungan baik dengan babysitter tersebut. Pastikan Anda memang memperlakukan babysitter itu dengan baik. Jangan minta dia melakukan hal-hal yang memang menjadi tanggungjawabnya, seperti mencuci pakaian Anda. Kecuali Anda memang memberinya tambahan uang atas pekerjaan tersebut.

Kalau Anda merasa si babysitter cukup bertanggungjawab dan sayang pada anak, tidak ada salahnya mendengar pendapatnya jika memang dia mengucapkan hal itu. Misalnya saja ketika anak tidak mau makan sayur, dia memberi saran bagaimana agar anak mau. Meskipun Anda juga sudah paham, jangan tunjukkan kalau Anda tidak memerlukan sarannya tersebut.



Sumber :
Wolipop.Com

SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
readmore »»  

Kamis, 30 Juni 2011

TIPS AMAN PARA IBU UNTUK MENYUSUI DI TEMPAT UMUM (BACA, SILAHKAN KLIK....)



BANYAK ibu baru yang merasa kurang nyaman untuk menyusui di tempat umum. Namun, tetap saja kebutuhan bayi haruslah diutamakan. Semua bayi perlu makan saat mereka lapar dan bayi mereka tentunya akan menangis bisa keinginannya tak dipenuhi. Berikut adalah cara untuk menyusui bayi kapan saja dan di mana saja:

1. Jika sudah tahu Anda akan pergi keluar untuk beberapa jam, pertimbangkan bagaimana dan di mana Anda berencana untuk menyusui.

2. Susui bayi sebelum Anda meninggalkan rumah supaya ia merasa kenyang lebih lama sebelum meminta susu lagi.

3. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman. Sudah banyak tersedia pakaian khusus yang memiliki kancing tersembunyi supaya kegiatan menyusui menjadi lebih mudah. Anda juga bisa menarik atau membuka kancing kemeja biasa.

4. Cari bangku atau kursi yang nyaman jika Anda berada di sebuah toko atau mal. Jika tidak ada kursi, tanyakan apakah Anda bisa menyusui di kamar pas.

5. Cobalah menyusui bayi sebelum ia menjadi sangat lapar. Ini akan membuat dia lebih tenang sehingga kemungkinannya kecil untuk menarik perhatian ekstra dengan menangis atau menarik-narik pakaian Anda.

6. Berilah barang atau mainan menarik untuk bayi sehingga ia akan tenang saat diberi susu.

7. Letakkan kemeja atau jaket di atas bahu Anda daripada menutup diri dengan selimut. Selimut hanya menarik perhatian pada fakta bahwa Anda sedang menyusui dan dapat membuat bayi kepanasan.

8. Susui bayi dengan gendongan. Putar tubuhnya ke arah Anda dan Anda pun siap untuk melaju pergi.

9. Hindari WC umum sebagai pilihan untuk menyusui. Bayangkan saja, apakah Anda ingin makan siang  di kamar kecil?

10. Jadilah bijaksana dan bangga. Tak perlu malu karena Anda tengah memenuhi kebutuhan bayi dengan cara terbaik.





Sumber :
Mediaindonesia.Com





SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA : UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
readmore »»  

Kamis, 28 April 2011

TIPS MENCARI PENGASUH UNTUK SI KECIL



Cukup banyak ibu bekerja yang mempercayakan anak mereka pada pengasuh. Namun terkadang memilih pengasuh yang benar dan tepat bisa memusingkan. Berikut ini tips bagaimana mencari pengasuh untuk anak, seperti dilansir ehow:

1. Memilih pengasuh anak dengan terburu-buru sangat tidak disarankan. Dalam mencari pengasuh, untuk menemukan yang sesuai hati Anda, perlu waktu dan kecermatan. Lalui semua proses yang harus dilewati dalam memilih pengasuh sebelum mengambil keputusan.

2. Buat daftar pengasuh anak seperti apa yang Anda inginkan. Daftar ini bisa berisi berbagai hal seperti:
- Apakah Anda mencari pengasuh full time atau part time?
- Apakah si pengasuh akan tinggal di rumah atau yang bisa pulang ke rumahnya?
- Apa saja tugas si pengasuh? Apakah dia juga mengurus pekerjaan rumah tangga?
- Berapa gaji yang Anda bisa bayar?
- Berapa umurnya dan bagaimana latar belakang keluarganya?
- Keahlian dan pengalaman apa yang harus dimiliki pengasuh?

Selain hal-hal di atas, mungkin Anda punya daftar sendiri yang bisa ditambahkan. Jika memang pertanyaan yang ada di daftar tersebut adalah syarat wajib Anda untuk si pengasuh, berpegang teguhlah pada itu. Kalau ternyata tidak kunjung menemukan pengasuh yang sesuai daftar tersebut, jangan mudah menyerah.

3. Cari berbagai sumber yang bisa memberikan Anda daftar agensi pengasuh, jika memang Anda berniat mencarinya dari agensi. Jangan berpegang pada satu agensi saja. Daftar agensi ini bisa Anda dapatkan dari teman, internet atau iklan. Pastikan agensi pengasuh itu memang memiliki reputasi yang baik. Galilah informasi sebanyak mungkin soal agensi tersebut.

4. Ketika Anda sudah memilih satu agensi, sekali lagi, banyak-banyaklah mencari informasi tentang agensi itu. Pertama, tanyakan dulu pada pihak agensi tersebut seperti bagaimana mereka memilih pengasuh, prosesnya seperti apa, cara mengecek latar belakangnya bagaimana, berapa lama agensi tersebut sudah berdiri dan pertanyaan lain yang memang Anda rasa perlu tanyakan. Jika agensi pilihan Anda terkesan malas menjawab pertanyaan Anda dan menutup-nutupi, segera cari agensi lain. 

5. Setelah akhirnya mendapatkan pengasuh dari satu agensi, jangan buru-buru menerimanya. Wawancara dulu pengasuh tersebut. Tanyakan pertanyaan sesuai daftar yang sebelumnya sudah Anda buat.

6. Khusus untuk latar belakang keluarganya, kalau memang memungkinkan kroscek lagi kebenaran dari pernyataan si pengasuh. Pastikan juga Anda memiliki nomor telepon pihak keluarganya dan foto kopi kartu identitasnya yang masih berlaku.

7. Jika memang diperlukan, buatlah kontrak kerja atau surat perjanjian dengan pengasuh si kecil. Surat perjanjian ini bisa berguna kalau ternyata si pengasuh berbuat macam-macam.


SUMBER :


SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA :
Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner
UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
readmore »»  

Jumat, 22 April 2011

TIPS AGAR BAYI BISA MEMPERKAYA BAHASA



Meskipun usianya masih bayi, tetapi soal pengayaan bahasa tetaplah bisa dilakukan. 

Berikut tips untuk menambah kecerdasan bayi dengan memperkaya bahasanya:


1. Lihat dan bicarakan buku bergambar bersama-sama

Pilihlah buku-buku yang merangsang dan mendorong bayi mengingat nama-nama dengan menunjuk gambar dan mengatakan “apa ini?” Bila perlu, saat menunjukkan gambar benda di buku sambil menunjuk benda aslinya, misal gelas.

2. Perluaslah kata-kata dan gerak isyarat menjadi sebuah ide

Jika si kecil menunjuk seekor burung sambil bertanya, jawablah, “itu namanya burung.” Tambahkan pula, “burung terbang di langit.” Beri nama sebanyak mungkin pada benda atau orang sambil menambahkan keterangan supaya ia semakin terbiasa mendengar dan mencoba memahami.

3. Lakukan permainan kata-kata dan menyayikan lagu dengan menggunkan gaya

Pelajaran bahasa jadi lebih menyenangkan dengan lagu dan gaya. Ajarkan lagu seperti “topi saya bundar” atau “dua mata saya” dan sebagainya, diharapkan bayi akan mempelajari dengan cepat.

4. Bicarakan tindakan yang sedang anda lakukan

Setelah memberitahukan ke si kecil tentang tahapan penggantian popok atau memandikan, teruskan obrolannya, misal “Sekarang kita angkat tangan ade. Sekarang kita basuh tangan ade….” dan seterusnya.

5. Berbicara dengan bayi dalam kalimat tanya

Anak anda sepertinya menikmati nada dan intonasi suara ketika anda atau orang di dekatnya mengajukan pertanyaan. Kalimat tanya menandakan bahwa anda menerima tanggapan darinya, dan dia biasanya menjawabnya.

6. Beri pilihan kepada buah hati

Misal, “Rina, kamu mau apel atau jeruk?” Hal ini akan mendorongnya untuk menjawab dan merangsang untuk mengambil keputusan, selain mengingatkan untuk membedakan dua buah benda.

7. Lakukan kontak mata dan sebut bayi anda dengan namanya

Kontak mata bermanfaat untuk mempertahankan perhatiannya, dan memanggil namanya mengajarkan padanya untuk menggunakan nama ketika berbicara dengan orang lain.

8. Perbaiki ucapan bayi dengan tenang

Tujuan utama dari bahasa anak bayi adalah untuk mengkomunikasikan ide, bukan kata-kata. Adalah penting bagi anak batita untuk berbicara dalam bahasa bayi dan bereksperimen dengan suaranya tanpa campur tangan pihak lain untuk menyempurnakan. Bila anda merasa bayi anda memiliki masalah dengan kata-kata tertentu, anda harus berusaha untuk seringkali mengulang suara itu, dan tingkatkan motivasi anak anda untuk menirukan.


SUMBER KUTIPAN :



SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA :
Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner
UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
readmore »»  

Selasa, 19 April 2011

TIPS MENGGANTI SUSU FORMULA ANAK BALITA



Seorang bayi baru lahir, pasti disambut dengan suka cita. Sebagai orangtua, apapun dilakukan untuk kebutuhan bayi. Bagi ibu yang bisa memberikan ASI eksklusif, berbahagialah. Karena kebutuhan susu formula bisa di minimalisir bahkan dieliminir. Tapi tidak bisa dipungkiri, anak tetap membutuhkan susu formula setelah lepas dari ASI. 

Bagi ibu yang tidak bisa memberikan ASI, kebutuhan susu formula semakin lama semakin banyak seiring dengan semakin besarnya si anak. Pada awalnya memang tidak seberapa, satu kaleng sebulan cukup, namun menginjak usia 6 bulan dan seterusnya, butuh berkaleng-kaleng susu setiap bulan. Nah... padahal kebutuhan bayi yang lain masih banyak, seperti imunisasi rutin, cek ke dokter jika sakit, kebutuhan pakaian, mainan dan sebagainya. 

Untuk menghemat pengeluaran, saya beralih ke susu yang lebih murah. Tadinya saya juga kuatir bahwa susu yang lebih murah kualitasnya tidak sebagus susu mahal. Stop. Logika seperti itu keliru. Banyak susu murah yang kualitasnya cukup bagus. Lagipula, semakin besar anak, harus dikenalkan dengan makanan padat lain, seperti bubur tim atau nasi tim, bukan melulu susu. Jadi, mulai usia 6 bulan, saya sudah ancang-ancang mengganti susu formula anak saya. Sekarang juga sudah banyak susu formula yang diperuntukkan sesuai usia anak dan balita, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi sesuai perkembangan anak.

Biasanya, anak rewel jika susunya diganti, mereka sudah hapal rasanya. Sudah pasti menolak minum susu baru, bahkan menangis berjam-jam. Jangan berharap nanti akan diam dan mau minum susu baru. Itu penyiksaan. Saya punya trik untuk mengganti susu formula yang baru. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, mengasuh 3 anak saya.

  1. Tentukan susu baru yang akan dikomsumsi anak. Pastikan anak tidak alergi terhadap jenis susu tertentu. Beli susu baru dalam jumlah sedikit dulu, misalnya yang kemasannya sachet, untuk mencoba sensitifitas anak pada susu baru. Bila alergi, reaksinya biasanya mencret, muncul ruam kulit atau gatal-gatal.
  2. Ganti susu baru secara bertahap. Caranya : 

  3. Hari pertama : Jika setiap minum susu botol butuh tiga sendok takar, maka beri 2,5 takar susu lama, dan 1,5 takar susu baru. Lihat reaksinya. Yang penting diperhatikan, jangan biarkan anak tahu ibunya menaruh susu baru ke botol susunya. Anak hapal susunya dari warna dan bentuk huruf di kemasan. Jadi reaksi pertama pasti dia melihat kaleng susunya. 

  4. Hari kedua : Tambah takaran susu baru. Beri 2 takar susu lama, 1 takar susu baru. Lihat reaksinya. Hari ketiga : Tambah lagi takaran susu baru. Sampai akhirnya anak terbiasa minum susu baru. 
  5. Tahapan penggantian bisa disesuaikan dengan reaksi anak.Tidak semua anak bisa mudah menyesuaikan dengan susu baru. Anak lain mungkin butuh lebih lama waktu penyesuaian. Bisa dilakukan dengan dua cara, menaikkan jumlah takaran sedikit demi sedikit, tidak langsung 1/2 takar, tp bisa juga 1/4 takar setiap hari. Cara kedua, memperlama waktupenyesuaian, bisa jadi menambah 1/2 takar selama 3 ato 4 hari sampai anak terbiasa, baru hari kelima mencoba menambah takaran. 

Dengan cara seperti ini, saya selalu berhasil mengganti susu anak-anak saya dengan yang baru sesuai kapasitas kantong saya. Jangan lupa kenalkan anak dengan makanan padat. Pilih menu bervariasi, selain untuk kebutuhan gizi yang variatif, juga supaya anak tidak bosan monoton dengan satu macam rasa nasi tim. 



SUMBER KUTIPAN :



ARTIKEL TIPS INI DIPESAN SECARA KHUSUS OLEH PENGGEMAR 
GUDANG TIPS KITA BERNAMA Flo Renz Sagala 




SAHABAT, JANGAN LUPA SILAH BACA :
Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner
UNTUK BERBAGI INFO, SEBAR LUASKAN TIPS INI :
readmore »»  

Rabu, 09 Maret 2011

TIPS CARA TERBAIK MEMOTONG KUKU BAYI



Kuku bayi walaupun lunak tapi memang cepat sekali tumbuhnya. Padahal, bayi tak bisa mengontrol gerakannya sendiri pada bulan-bulan awal kelahirannya. Apa yang terjadi? Banyak luka bekas cakaran, terutama di muka mereka. Potonglah kuku bayi Anda yang sudah berumur lebih dari 3 minggu jika tak ingin hal itu terjadi.
Tentunya, memotong kuku bayi butuh keberanian dan kesabaran tersendiri. Menghadapkan kuku bayi mungil kita ke gunting bisa membuat tak tega untuk melakukannya, namun mau tidak mau kita harus memotongnya.

1. Potonglah kukunya benar-benar pendek
Lakukan pemotongan sampai mendekati batas antara kuku dan daging. Hal ini sebaiknya dilakukan karena kuku-kuku mungil tersebut cenderung patah. Tekan bagian jari di bawah kukunya dengan jari Anda ke arah bawah sampai dasar kukunya terlihat jelas untuk memudahkan memotong tanpa melukai kulit kukunya. Lakukan dengan sangat hati-hati!

2. Potong beberapa kali seminggu
Lakukan setidaknya 2 kali seminggu. Apabila Anda memiliki cukup banyak waktu untuk si kecil, lakukan 2 hari sekali. Jangan gunakan pemotong kuku untuk orang dewasa karena terlalu tajam. Gunakan potongan kuku khusus bayi yang bisa Anda dapatkan di toko peralatan bayi.

3. Pastikan cahayanya cukup
Cahaya terang sangat dibutuhkan untuk menghindari kecelakaan saat pemotongan kuku bayi Anda yang masih mungil. Sebaiknya lakukan pula acara potong kuku ini di pagi atau siang hari karena sinar matahari memberikan penerangan yang lebih baik daripada cahaya lampu.

4. Lakukan saat si kecil sedang terlelap
Bayi mudah tertarik perhatiannya pada benda-benda baru, terutama yang Anda pegang: gunting kuku. Karena gunting sangat berbahaya, lakukan pemotongan saat ia tengah tertidur pulas. Selain itu, saat terjaga, bayi biasanya bergerak aktif sehingga kemungkinan besar kita dapat melukai jari tangan atau kakinya. Saat dia tertidur kita bisa lebih rileks melakukannya.

5. Jangan gigiti kuku bayi Anda!
Meskipun beberapa orang mungkin menyarankan Anda untuk melakukannya, jangan pernah lakukan hal tersebut. Anda mungkin bisa menggigit jari mungil bayi Anda dan melukainya. Masih ingin mencobanya?

6. Potong sesuai bentuk kukunya 

Ikuti bentuk kuku ketika memotong kuku jari tangannya. Untuk kuku jari kaki, lakukan dengan lurus. Kemudian, selalu haluskan atau kikir ujung kukunya yang sudah dipotong, supaya hasil akhirnya tidak tajam. Sekali lagi, berhati-hatilah untuk melakukannya!

SUMBER KUTIPAN :

SILAHKAN SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Share on FriendFeed
readmore »»  

Jumat, 18 Februari 2011

TIPS 8 CARA CEGAH BAKTERI SUSU FORMULA



Kendati susu formula yang sekarang beredar sudah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan, namun masih banyak orangtua yang khawatir untuk memberikan susu formula pada anak mereka.
Untuk menepis kekhawatiran tersebut, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih memberikan 8 tip untuk mencegah kontaminasi bakteri pada susu formula.
1. Lihat tanggal kedaluarsa pada kemasan susu.
2. Pastikan kemasan susu dalam kondisi baik, tidak penyok.
3. Jangan berikan susu formula untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan, kecuali dalam kondisi terpaksa.
4. Perhatikan kebersihan diri orang yang menyiapkan susu formula, misalnya mencuci tangan.
5. Pastikan selalu mencuci dan mensterilkan botol susu.
6. Cairkan susu formula dengan air panas yang sudah mendidih.
7. Berikan susu pada bayi saat masih dalam kondisi hangat. Jika sudah dingin dan lebih dari 2 jam, ganti dengan susu yang baru.
8. Jika kaleng susu sudah dibuka lebih dari 8 hari, sebaiknya ganti dengan susu yang baru.


SUMBER KUTIPAN :

SILAHKAN SEBAR LUASKAN TIPS INI :
Share on FriendFeed
readmore »»  

Jumat, 19 November 2010

TIPS CARA MENGUKUR IQ BAYI



TES IQ biasanya digunakan untuk mengetes tingkat kecerdasan seseorang dan sudah mulai dilakukan pada anak usia sekolah. Tapi ternyata tes IQ juga bisa dilakukan pada bayi. Bagaimana caranya?
Ada banyak faktor yang dapat menentukan tingginya tingkat kecerdasan atau IQ (Intelligence Quotient) pada anak, antara lain gen, usia ibu saat melahirkan, ASI, mendengarkan musik sejak dalam kandungan dan video pendidikan untuk bayi.
Dengan melakukan tes IQ sejak bayi, orangtua bisa menilai kemampuan kognitif anak sejak dini. Tapi untuk mengukur tingkat kecerdasan yang sebenarnya, orangtua harus menunggu sampai anak mendekati usia sekolah, sekitar 5 tahun.
Dilansir dari Livestrong, Rabu (22/9/2010), berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengukur IQ bayi:
1. Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)
Menurut Brainy Child website, Wechsler Intelligence Scale dapat mengukur kecerdasan anak. Tes Wechsler bisa diberikan untuk anak usia 6 bulan ke atas. Tes ini dapat dilakukan tanpa membaca atau menulis.

Pada tes Wechsler, anak diukur kemampuan pemahaman verbal, penalaran perseptual, pengolahan kecepatan dan memori, antara lain dengan mengumpulkan balok, angka atau gambar dalam pola menurut model atau meminta mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh penguji.

WISC digunakan tidak hanya sebagai tes kecerdasan, tetapi juga sebagai alat klinis. Banyak praktisi kesehatan menggunakannya untuk mendiagnosis gangguan hiperaktif (ADHD) dan ketidakmampuan belajar pada anak.

2. Tes IQ Fisher-Price
Perusahaan mainan Fisher-Price mengembangkan tes kecerdasan untuk bayi. Dorothy Einon, komisaris Fisher-Price sekaligus profesor psikologi di University of London mengembangkan tes ini untuk bayi berusia 6 bulan sampai 1 tahun.

Pada tes ini, diberikan 10 pertanyaan untuk orangtua, yang dapat membantu menentukan bagaimana perkembangan kecerdasan bayinya dibandingkan dengan kecerdasan bayi rata-rata.

Dalam tes tersebut, orangtua diminta untuk menilai perilaku bayi, seperti bagaimana bayinya bermain dengan boneka beruang, apakah sang bayi dapat memainkan jenis permainan tertentu dan bagaimana bayi menanggapi jika namanya dipanggil.

3. Bayley Scales of Infant Development (BSID)
Bayley Scales of Infant Development (BSID) secara luas digunakan untuk menilai perkembangan balita. Menurut Healthline.com, BSID digunakan untuk anak-anak dari usia 1 bulan sampai 42 bulan untuk mengukur kemampuan kognitif, motorik (halus dan kasar), bahasa (reseptif dan ekspresif) dan pengembangan perilaku balita.

Bagian kognitif dari tes ini menilai kemampuan seperti ketajaman sensori, memori belajar dan pemecahan masalah, serta vokalisasi dan pembentukan konsep-konsep matematika. Tes ini juga membantu mendiagnosa dan mengobati balita dengan cacat pertumbuhan dan keterbelakangan mental.

Tes ini terdiri dari serangkaian tugas dan permainan yang membutuhkan waktu antara 45-60 menit. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut kemudian akan dikonversi dalam skala nilai dan skor komposit. Skor ini digunakan untuk menentukan kinerja anak.

SUMBER KUTIPAN (kecuali gambar ilustrasi) : BAYISEHAT.COM


GUDANG TIPS KAMSIR
readmore »»  

Jumat, 22 Januari 2010

TIPS AGAR BAYI TIDUR LELAP

Menimang bayi agar lebih cepat tidur di malam hari memang gampang-gampang susah. Apalagi Anda adalah wanita yang baru saja menjadi seorang ibu. Pasti kewalahan saat menghadapi tingkah polah bayi saat mulai mengantuk dan ingin tidur.

Tanda-tanda bayi yang telah lelah dan ingin tidur, biasanya menunjukkan tanda seperti menangis, terlihat gelisah dan masih banyak tingkah polah lainnya.

Agar mereka bisa tidur lelap ada baiknya Anda perhatikan kondisi lingkungan setempat dan perhatikan posisi saat meletakkan bayi. Berikut adalah beberapa cara agar bayi Anda bisa tidur dengan pulas.

Terapkan kebiasaan rutin

Bayi sering mengubah pola tidur dan bangun tanpa pemberitahuan. Untuk mengetahui kapan si kecil bangun dan kapan si kecil akan tidur sebaiknya Anda membiasakan diri membuat pengaturan rutin untuk si kecil.

Pilih waktu tidur yang pas untuk bayi, dan pilih waktu yang pas untuk bayi bermain. Jika sudah terbiasa, maka ini akan menjadi kebiasaan rutin si kecil. Jadi masalah gelisah dan tangisan bayi akibat kantuk bukan masalah lagi buat Anda.

Redam suasana bising

Setiap rumah memiliki suara-suara alam dan suara bising akibat kegiatan yang dilakukan banyak orang. Suara televisi juga bisa mengganggu tidur si kecil. Sebelum meninabobokkan si kecil, sebaiknya nyalakan kipas angin atau suara-suara yang bisa menghasilkan nada tetap. Ini bisa membantu meredam kebisingan, sehingga bayi tidak merasa tidurnya terganggu.

Cahaya

Sebuah ruangan yang gelap bisa memberikan sinyal rasa kantuk buat si kecil. Sebab sinar dari lampu bisa merangsang bayi. Jadi pilih cahaya yang remang-remang pada malam hari atau bisa juga matikan lampu saat meninabobokkan si kecil.

Suhu

Memperhatikan suhu kamar anak-anak juga penting. Petrimbangkan pakaian apa yang pas digunakan pada bayi saat tertidur. Jika cuaca sedang hujan, membalut bayi dengan selimut tebal dan baju tebal bisa memberikan kehangatan.

Sebab, suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa mengganggu pola tidur bayi Anda. Udara kering di ruang bayi juga dapat menyebabkan kesulitan bagi bayi untuk memejamkan mata.

Bedong
Banyak bayi yang baru lahir tidur lebih nyaman ketika mereka dibungkus dengan kain atau biasa disebut dengan bedong. Selain memberi kehangatan bedong bayi juga bisa mengurangi gerakan yang bisa mengganggu tidurnya.

Untuk meberikan rasa aman dan nyaman si kecil, kain bedong khusus bisa Anda dapatkan di toko perlengkapan bayi. Dengan kain khusus, membungkus bayi akan menjadi perkejaan mudah.

Menimang atau menggoyang-goyangkan bayi

Goyangan santai bisa menenangkan dia tidur. Jika malas menggendong, kursi goyang yang nyaman di kamar bayi akan membuat proses tidur lebih mudah bagi Anda. Seorang bayi mungkin lebih suka untuk ditimang dengan kain gendongan sambil berdiri. Cobalah berbagai posisi dan metode goyang untuk menemukan teknik yang terbaik bagi bayi Anda.

Atmosfer yang tenang

Orangtua perlu kesabaran ketika berhadapan dengan bayi yang tidak mau tidur. Sesulit mungkin, tetap tenang yang terbaik bagi Anda dan bayi Anda. Bayi Anda akan merasakan stres jika Anda marah. Dia mungkin akan lebih sulit tidur, dan makin membuat Anda lebih stres.

Menyanyikan lagu ninabobo yang tenang untuk membantu Anda berdua tetap tenang dan menciptakan lingkungan yang menenangkan adalah cara terbaik. Atau latihan teknik pernapasan untuk tetap tenang.

Cosleeping

Cosleeping adalah suatu pilihan untuk beberapa keluarga. Cosleeping adalah praktek tidur di dekat bayi Anda, baik di ranjang yang sama atau dengan bayi di boks khusus yang melekat pada tempat tidur. Bayi merasa aman, dan dapat membantu mereka lebih mudah tertidur.

SUMBER KUTIPAN : KOSMO.VIVANEWS.COM

readmore »»